Ancaman Rasulullah kepada Umatnya yang Menzalimi Tetangga

Ade Naura, Jurnalis · Senin 24 Agustus 2020 11:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 24 330 2266409 ancaman-rasulullah-kepada-umatnya-yang-menzalimi-tetangga-BzAoCL63c9.JPG Ustadz Khalid Basalamah (Foto: YouTube/@Khalid Basalamah Official)

HIDUP di tengah masyarakat membuat kita harus bersosialisasi dengan orang sekitar. Terutama, jika kita memiliki tetangga di perumahan, ada baiknya kita saling mengenal dan bertegur sapa dengan mereka. Sebab, manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain.

“Termasuk menghormati tetangga yaitu jika ada yang bel pintu, dibuka dulu pintunya dan suruh masuk baru sampaikan hajat. Ini dari depan pintu di pagar sana ‘Mau apa?!’ saking bakhilnya, enggak mau orang lain masuk rumah,” ucap pendakwah Ustadz Khalid Basalamah, dikutip dari akun Instagramnya, @khalidbasalamahofficial, Senin (24/8/2020).

Islam sangat menganjurkan pemeluknya untuk berbuat baik dan memuliakan tetangga. Tak peduli wataknya, warna kulit maupun dari suku mana dia berasal. Perintah untuk berbuat baik kepada tetangga Allah Subhanahu wa Ta'ala sebutkan dalam Alquran Surah An-Nisa ayat 36:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا.

Artinya: "Dan beribadahlah kepada Allah dan janganlah menyekutukanNya dengan sesuatu pun. Berbuat baiklah terhadap orang tua, kerabat dekat, anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri," (QS. An-Nisa: 36).

Baca juga: 7 Petarung Muslim dengan Prestasi Mendunia

Ustadz Khalid menerangkan, jika kita tidak berbuat baik terhadap tetangga, maka hal tidak baik juga bukan mustahil kita akan dapatkan. "Akhirnya kalau meninggal pun eksklusif, tidak ada yang tahu. Sudah membusuk di rumahnya tidak ada yang tahu,” ujar dai kelahiran Makassar ini.

Dalam hadits riwayat Abu Hurairah disebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ

Artinya: “Tidak masuk surga orang yang tetangganya tidak aman dari keburukannya,” (HR. Muslim no.46, Ahmad no.8638, Al-Bukhari no.7818).

Manusia kata dia, tidak bisa hidup seorang diri, karena ia adalah makhluk sosial di mana kita harus saling menopang, demikian lah Allah menciptakan kita seperti itu. Adanya hak tetangga, hak kerabat, keutamaan sedekah, sholat berjamaah, inilah perintah kita untuk berbaur.

Seperti sabda Rasulullah: “Orang mukmin yang berbaur dengan manusia dan sabar dengan cobaan-cobaan atau fitnah mereka lebih baik dan besar pahalanya dari pada orang muslim yang tidak berbaur,”.

"Karena adapun orang muslim sendirian sampai ia mati dan rajin beribadah, tetap akan mendapat pahala namun akan lebih afdhal lagi apabila ia berbaur dan bersosialisasi di masyarakat," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini