Perempuan Dilarang Tabarruj, Apa Itu?

Ade Naura, Jurnalis · Senin 24 Agustus 2020 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 24 330 2266524 perempuan-dilarang-tabarruj-apa-itu-lmxnV9G0OS.jpg ilustrasi (stutterstock)

PEREMPUAN mungkin sering tidak menyadari bahwa parasnya atau semua yang dilakukan terhadap tubuhnya bisa menimbulkan sikap tabarruj atau menjurus ke dosa. Tabarruj dilarang dalam Islam. Lalu, apa sih yang dimaksud dengan tabarruj?

“Pada intinya tabarruj adalah memamerkan aurat dan hiasan. Siapapun wanita yang menampakkan auratnya di luar adalah tabarruj, dan dosanya double,” ujar pendakwah Buya Yahya seperti dikutip dari sebuah video tausyiahnya di Youtube, Senin (24/8/2020).

Budaya masa kini membuat banyak perempuan jadi lazim membuka aurat dan menampilkan perhiasan ke orang-orang yang bukan mahramnya. Itu dianggap sebagai salah satu tolok ukur kecantikan. Padahal sikap ini adalah tabarruj.

Baca juga:  Jangan Takut, Baca Doa Ini saat Tertimpa Musibah

Perbuatan tabarrujj dosanya akan berlipat. Orang yang melihat aurat dipamerkan oleh wanita tabarruj juga ikut berdosa. Karena membuat orang lain berdosa, maka perempuan tabarruj mendapatkan dooble dosa selain dosa membuka aurat.

“Mungkin seorang wanita yang tabarruj yang membuka auratnya akan berkata ‘kenapa kau melihat saya?’ Ya kalau tidak pengen dilihat kunci diri di kamar saja atau tinggal di hutan saja, kan begitu,” ujar Buya Yahya.

“Sudah begitu berkata lagi ‘Yang penting hatinya bersih’. Wah ini lebih jahat lagi, dipikir yang pakai kerudung hatinya jelek semua. Memangnya Siti Aisyah dan Fatimah hatinya kotor sampai harus menutup auratnya?” jelas Buya Yahya.

Maka teman-teman muslimah, jangan lah kita menilai orang terlebih dahulu dan mulai mendidik anak-anak kita sejak kecil. Dosa seorang wanita akan berlipat jika kita membuka aurat di depan laki-laki.

Bisa saja akan membuka pikiran berzina karena melihat seorang perempuan yang membuka auratnya, walaupun berzinanya dengan orang lain, tapi akan menjadi pembuka bagi lelaki tersebut.

Seperti kisah yang diceritakan oleh Buya Yahya, ada seseroang di luar negeri sana dan ia bertanya kepada seorang syeikh mengapa wanita muslim harus menutup auratnya. Maka syeikh ini menjawab dengan akal dan logika saja karena tidak akan mengerti jika dijelaskan dengan dalil.

Maka ia menganalogikan dengan sebungkus permen yang dibungkus dan yang sudah terbuka, mana yang akan dipilih, dan jelas yang masih dibungkus. Karena yang masih ditutup adalah masih bersih, karena yang sudah dibuka langsung bisa dimakan.

 

Sama halnya dengan wanita bersalaman dengan lelaki, maka dianalogikan dengan tidak semuaorang bisa bersalaman dengan Ratu Inggris. Maka artinya sama, tidak semua orang bisa bersalaman dengan wanita muslim, seperti ratu tidak diobral dimana-mana, seperti yang diceritakan oleh Buya Yahya.

Karena yang benar adalah kecantikan seorang wanita adalah harus dilihat dengan cara halal, tidak bisa dilakukan dengan semua orang. Maka harus tanamkan rasa malu kepada anak-anak kita dan saudara, secara pelan-pelan dan halus.

Banyak faktor yang menyebabkan orang membuka aurat, yang pertama adalah karena tidak mengerti. Yang kedua adalah karena dia lupa, dan ketiga karena sombong, inilah yang paling berat. Mengapa manusia bisa lupa karena mungkin seseorang ini tertipu dengan amal baik seseorang.

Adapun yang tidak mengerti sama sekali, karena memang seseorang itu tidak pernah belajar agama dan lingkungannya juga buruk. Tapi ingat lah jangan sampai kita melakukan maksiat karena kita sombong , maka harus ditingkatkan lagi ilmu untuk kita sendiri.

Untuk mengajak orang haruslah sabar dan halus. Untuk perihal pengantin juga begitu, melakukan resepsi tidak boleh menunjukkan aurat. Seperti menyembelih kerbau, kambing onta, seperti itu yang islami. Kalau memang harus bertemu antara mempelai wanita dan pria, dan bertemu tamu maka sewajarnya saja. Karena jika seorang wanita berdua dengan yang bukan mahramnya, maka yang ketiga adalah syaitan.

Karena, tentu ada syaratnya seperti yang dijelaska oleh Buya Yahya “Yang pertama adalah semuanya menutup aurat, yang kedua matanya sama-sama menjaga. Yang ketiga adalah apa yang diomongin benar, yang keempat tempat nya mulia. Dan yang kelima tidak boleh dempet-dempetan,” tegas Buya Yahya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini