Wudhu Bukan Sekadar Menyucikan Tubuh, tapi Juga Membersihkan Hati

Eka Putri Wahyuni, Jurnalis · Senin 24 Agustus 2020 20:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 24 330 2266764 wudhu-bukan-sekadar-menyucikan-tubuh-tapi-juga-membersihkan-hati-d0jji18sjM.jpg ilustrasi (Okezone)

WUDHU adalah mensucikan diri dari hadas kecil, salah satu syarat sah sholat. Selain berpahala, berwudhu banyak sekali manfaatnya. Bukan hanya membersihkan tubuh dari kotoran, wudhu juga bisa membersihkan hati.

Bagi orang yang berhadas, ia wajib berwudhu ketika akan sholat, thawaf, dan berbagai ibadah lainnya yang mensyaratkan suci tubuh dari hadats kecil.

Baca juga: Ini Sunah yang Diajarkan Nabi ketika Tubuh Sedang Sakit

Allah berfirman dalam Alquran Surah Al Maidah ayat 6:

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”

Ternyata wudhu itu maknanya tidak hanya menghilangkan kotoran secara dzahir (yang tampak), tetapi juga kotoran-kotoran dalam batin. Hal itu sebagaimana disebukan dlam kitab Hikmatut Tasyri’ karya Syekh Ali Ahmad al-Jurjawi.

Pendakwah yang pernah jadi finalis ajang pencarian bakat dai muda di sebuah stasiun TV, Ustadzah Syifa Nurfadhillah menceritakan suatu kisah tentang Syekh Hatim yang ditanya oleh salah satu muridnya mengenai makna wudhu dan bagaimana tata cara wudhu menurut beliau, kemudian Syekh Hatim menjawab tata cara wudhu itu dengan dua.

“Jadi, wudhu itu dengan dua cara. Yang pertama, wudhu yang kita semua tahu yaitu membersihkan secara dzahir. Dan yang kedua yaitu wudhu batin,” kata Syifa seperti dikutip dari video di laman Youtube Official iNews, Senin (24/8/2020).

Wudhu batin dengan niat bertobat kepada Allah, menyesal atas apa yang telah dilakukan, dan meninggalkan kecintaan terhadap dunia, dan menghilangkan penyaki-penyakit hati.

“Hati yang sering lalai kepada Allah, hati yang sering lupa dengan Allah, adalah hati yang dipenuhi dengan kecintaan terhadap dunia,” ujar Ustadzah Syifa Nurfadhillah.

Rasulullah Sallallahu alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa mengingat Allah ketika wudhu, niscaya Allah sucikan tubuhnya secara keseluruhan. Dan barangsiapa tidak mengingat Allah, niscaya tidak disucikan Allah dari tubuhnya selain yang terkena air saja.” (HR Abdul Razaq).

Dalam hadist lain, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam bersabda,

وقال صلى الله عليه وسلم: {لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لاَ وُضُوْءَ لَهُ، وَلاَ وُضُوْءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللهِ عَلَيْهِ}

Artinya: “Tidak sah shalat bagi orang yang tidak memiliki wudhu, dan tidak sempurna wudhunya bagi orang yang tidak menyebut nama Allah atasnya.”

Hadist ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Imam Abu Daud, Imam Ibnu Majah, dan Imam Al-Hakim dari shahabat Nabi Muhammad, Abu Hurairah. Dan diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dari shahabat Sa’id bin Zaid.

Maka dari itu makna wudhu bukan hanya membersihkan diri dari najis dan kotoran saja tetapi bagaimana wudhu itu berhasil mensucikan diri dari penyakit-penyakit hati dengan terus mengingat dan berzikir kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini