Sains dan Alquran Membuktikan Khasiat Bawang Merah yang Luar Biasa

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 24 Agustus 2020 15:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 24 614 2266596 sains-dan-alquran-membuktikan-khasiat-bawang-merah-yang-luar-biasa-VI6AqfhZag.JPG Bawang Merah (Foto: Shutterstock)

BAWANG merah, biasanya kita mengetahui jenis umbi-umbian yang sering digunakan untuk bumbu makanan, serta obat. Hal ini juga dijelaskan di dalam Alquran.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya: “Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya," (QS. Al-Baqarah: 61).

Kemudian dalam salah satu riwayat hadits juga disebutkan, Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang memakannya (bawang merah dan bawang putih), maka hendaknya ia menyempumakan (proses) memasaknya,” (HR Abu Dawud).

Aisyah berkata, “Makanan terakhir yang disantap Rasulullah mengandung bawang merah di dalamnya,” (HR. Abu Dawud).

Dikutip dari buku Buku Pintar Sains dalam Alquran karya Dr Nadiah Thayyarah, hampir mustahil untuk dibantah bahwa bawang merah adalah makanan sekaligus obat. Di beberapa belahan dunia dan fase sejarah, bawang merah dikenal memiliki kelebihan istimewa.

Baca juga: Hati-Hati, Amalan Seseorang Tertolak jika Syirik kepada Allah

Para Firaun Mesir kuno sangat memerhatikan, pentingnya bawang merah. Mereka mengandalkannya sebagai bahan masakan, menjadikan sebutan dalam sumpah mereka, bahkan nyaris saja mengultuskannya. Hal itu dibuktikan dengan banyaknya rekaman kisah yang ditulis di atas daun lontar dan dinding kuil ritual mereka.

Kemudian para Firaun juga meletakkan bawang bersama jasad mumi raja sebagai tanda untuk bernapas saat sang raja dibangkitkan kembali. Para tabib Mesir kuno juga kerap meresepkan bawang merah sebagai obat untuk memperlancar air seni, memperbaiki gizi dan nafsu makan.

Bahkan, dalam bahasa Mesir kuno, kata "tempat ibadah" dikaitkan dengan kata "bawang" dan berderivasi menjadi kata "bashal" (bawang merah) dalam bahasa Arab.

Kedokteran modern pun menegaskan kebenaran pendapat para dokter kuno. Lebih dari itu, banyak manfaat dan keistimewaan bawang merah yang kini baru terungkap dan dibahas secara lebih luas daripada apa yang pernah beredar di kalangan dokter kuno.

Dalam dunia medis modern, bawang merah termasuk kelompok antivirus alami. Seperti halnya bawang putih, bawang merah mengandung zat alisin yang dikenal bermanfaat untuk menurunkan kolesterol dan tekanan darah tinggi akibat penyempitan pembuluh nadi. Namun, kandungan alisin bawang merah lebih rendah.

Bawang dapat membunuh bakteri di mulut dan perut, sehingga berdampak pada peluang pertambahan usia dan pencegahan kanker. Penelitian terkini menyimpulkan bahwa orang-orang yang rutin mengonsumsi bawang merah terbukti berisiko lebih kecil terkena kanker.

Sebuah riset mutakhir di Belanda pun menegaskan adanya hubungan yang erat antara konsumsi bawang merah dan minimnya risiko terkena kanker perut.

Para ahli gizi menyatakan bawang merah dapat mengurangi tingkat risiko terkena penyakit kanker karena mengandung kadar karoten dalam jumlah besar, yaitu salah satu jenis zat antioksidan flavonoid yang berguna melindungi sel tubuh dari radikal bebas yang dapat memicu timbulnya penyakit dalam tubuh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini