Kisah Nabi Beri Peringatan Jaga Lisan lewat Bangkai Kambing

Ade Naura, Jurnalis · Selasa 25 Agustus 2020 08:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 25 330 2266930 kisah-nabi-beri-peringatan-jaga-lisan-lewat-bangkai-kambing-W2KDNOvBBp.jpg Kaligrafi tulisan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam. (Foto: Shutterstock)

DALAM kehidupan sehari-hari manusia haruslah menjaga lisan dalam berbicara. Setiap perkataan yang dikeluarkan wajib bermakna baik, jangan sampai menyakiti orang lain. Sebab dengan berbicara secara buruk akan menyebabkan manusia terjerumus ke dalam api neraka.

Manusia yang memiliki ucapan baik, santun, dan memberikan arti bagi orang lain akan disukai oleh Allah Subhanahu wa ta'ala. Apalagi jika tidak pernah mengumbar aib saudara sendiri atau menghina orang lain.

"Di sisi Tuhan kita Allah Subhanahu wa ta'ala, Allah sangat murka dengan orang yang menyalahgunakan lisannya. Sampai kata Nabi Muhammad dalam hadis Bukhari: 'Bukan sifat orang mukmin yang la'an dan ta'an.' Ini dua-duanya bahaya lisan, suka melaknat dan menghina orang lain, ini bukan sifat orang mukmin," jelas Ustadz Khalid Basalamah dalam ceramahnya, dikutip dari akun Youtube Hidayah Indonesia, Selasa (25/8/2020).

Baca juga: Asma binti Abu Bakar Shiddiq, Wanita Hebat Perisai Rasulullah saat Hijrah 

Dalam hadis Bukhari Muslim, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam pernah melewati pasar dan menemukan bangkai kambing dengan tanduknya yang patah, kakinya patah, dan buta. Lalu beliau ingin menarik perhatian sahabat dengan bertanya, "Siapakah di antara dari kalian yang ingin membeli bangkai kambing ini?"

Lalu salah sahabat menjawab, "Ya Rasulullah jangankan dia sudah jadi bangkai, kalau dia hidup saja kami tidak mau membelinya. Kalau ada kambing hidup, tanduknya patah, matanya buta dan kakinya patah hidup, tidak ada yang mau beli, apalagi sudah jadi bangkai."

Ilustrasi tanah Arab. (Foto: Baztab)

Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam mengubah pertanyaannya dengan metode yang sama, "Siapa yang ingin saya berikan cuma-cuma?" Lalu para sahabat menjawab, "Sama saja ya Rasulullah, walaupun dia masih hidup dan dikasih cuma-cuma tapi matanya buta, kakinya patah, dan tanduknya patah tidak ada yang mau terima."

Lalu Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam memberikan pesan, "Ambil dan bawa pulang, jadikan kaidah hidup teman-teman sekalian."

Baca juga: Istikamah Sholat di Masjid meski Buta, Abdullah bin Ummi Maktum Bikin Khawatir Iblis 

Ustadz khalid juga menegaskan bahwa dirinya berdiri di atas mimbar dan menyampaikan hal tersebut tidak hanya untuk berdongeng ataupun seremoni. "Ini hukum Allah untuk diterapkan dalam kehidupan teman-teman sekalian, kaidah hidup. Ini bukan mainan, bukan untuk didongengkan saja," jelasnya.

Hadis Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berbunyi, "Seseorang di antara kalian demi zat yang ubun-ubun dalam genggamku (maksudnya Demi Allah) di antara kalian memakan bangkai ini jauh lebih ringan baginya dibandingkan azab yang dia terima di hari kiamat nanti." Maksudnya adalah hukuman memakan bangkai binatang akan lebih ringan dibanding azab di akhirat akibat seseorang membicarakan aib saudara sesama Muslim di dunia.

Hadis yang kedua berbunyi, "Siapa yang bisa menjamin untukku di antara kalian apa yang berada di antara dua rahangnya dua pipinya (lisannya), dan apa yang berada di antara dua pahanya (kemaluan) aku akan menjamin baginya surga." Ini adalah hal yang berbahaya, karena Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berkata bahwa zina diawali dengan lisan seseorang dan dibenarkan oleh kemaluannya.

Dalam hadis lain juga dikatakan, "Apakah kalian tahu perbuatan apa yang paling banyak membawa orang masuk ke dalam surga?" Maka mereka menjawab, "Allah dan Rasul yang lebih tahu." Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam pun berkata, "Kalian patuh kepada Allah, kerjakan yang diperintahkan, tinggalkan yang dilarang, dan kalian memilki akhlak yang mulia, baik dengan orang, tata krama."

Baca juga: Kisah Hijrah Pertama dalam Islam ketika Muslimin Berlindung di Habasyah 

Lalu Nabi juga bertanya, "Apakah kalian tahu perbuatan apa yang paling banyak membawa orang masuk ke dalam api neraka?" Yaitu, mulut seseorang (lisan) dan kemaluan seseorang, inilah dua benda yang paling banyak membawa kita ke dalam neraka.

Para ulama ketika diam berarti mereka berzikir, namun ketika berbicara yang dikeluarkan adalah kata-kata emas. Ada seorang imam bernama Rabbi ibn Haitham rahimahullah, seorang ulama yang mahsyur dengan ketakwaannya. Ia didatangi oleh muridnya dua orang dan ditanya, "Apa rahasianya sampai membuat Anda bisa mengontrol lisan Anda?" Ia pun menjawab, "Wahai murid-muridku, apa kalian masih ragu di pundak kanan dan kiri kalian ada malaikat yang selalu mengawasi kalian dari Tuhan kalian. Yang mencatat yang baik dan buruk, dan demi Allah pasti akan dibacakan dan dihisabkan untuk kalian di sana di akhirat."

Baca juga: Keajaiban 10 Muharram, Nabi Adam Tobat hingga Yunus Keluar dari Perut Ikan 

Dikarenakan Haitham tidak pernah berkata apa-apa kecuali yang penting, dan itulah jawabannya kepada murid-muridnya yang menandakan keimanannya. Nabi juga pernah memberi tahu sahabat tentang amal yang lebih baik dari membantu orang lain, daripada di medan perang dan menebas leher musuh. Maka beliau menjawab, "Lisanmu selalu bermanfaat."

Adapun hadis lain dari Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, "Siapa yang mengaku beriman kepada Allah di hari akhir, maka dia hanya mengucapkan yang baik saja atau diam." Artinya, ajal tidak ada yang tahu kecuali Allah Subhanahu wa ta'ala, maka dari itu kita harus selalu menjaga lisan kita untuk selalu bertutur kata yang baik kepada orang lain dengan tidak menjatuhkan orang lain.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini