Begini Lho Adab Bertetangga Sesuai Perintah Rasulullah

Eka Putri Wahyuni, Jurnalis · Selasa 25 Agustus 2020 12:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 25 330 2267046 begini-lho-adab-bertetangga-sesuai-perintah-rasulullah-qc0mekwurs.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

ISLAM sebagai agama yang sempurna membawa keberkahan bagi seluruh manusia, hidup rukun dengan memuliakan tetangga serta memberikan hak-haknya merupakan moral yang ditekankan dalam agama mulia ini. Tetangga merupakan orang yang tinggalnya atau rumahnya berdekatan dengan tempat tinggal kita.

Hak dan kedudukan tetangga dalam Islam sangatlah mulia, oleh karena itu Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam memberikan pesan bahwa tetangga itu ada tiga yang masing-masing harus mendapatkan haknya.

Pertama, tetangga yang memiliki tiga hak yaitu tetangga muslim yang merupakan saudara kita, maka dia mempunyai hak sebagai muslim, hak sebagai saudara, dan hak sebagai tetangga.

Selanjutnya tetangga yang memiliki dua hak, yakni tetangga yang merupakan seorang muslim, maka dia mendapatkan hak keislaman dan hak ketetanggaan. Kemudian yang ketiga, yang hanya memiliki satu hak dan inilah yang paling sedikit haknya, yaitu tetangga nonmuslim, maka dia mendapatkan hak sebagai tetangga saja.

“Kita harus menjaga hak-haknya, kita harus menjalankan kewajiban kita sebagai seorang tetangga. Karena nanti di hari kiamat yang pertama kali akan berselisih, ribut, berantem di Padang Mahsyar untuk menuntut segala hak adalah tetangga dengan tetangga,” terang dai kondang Ustadz Soleh Mahmud, dikutip dari channel YouTube Official iNews.

Baca juga: 20 Nama Lain Hari Kiamat yang Tertulis dalam Alquran

Pendakwah yang akrab disapa Solmed ini menjelaskan, Islam mengajarkan kita agar senantiasa berbuat baik terhadap tetangga, menghormati tetangga, serta memberikan hak-haknya.

Bukan hanya kepada tetangga sesama muslim dan tetangga yang memiliki ikatan kerabat, namun juga kepada tetangga nonmuslim. Bahkan hal ini menjadi tolak ukur seseorang beriman, Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ

Artinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaknya ia muliakan tetangganya,” (HR. Bukhari no. 5589, Muslim no. 70).

Kemudian berbuat baik kepada tetangga merupakan hal yang penting, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya:

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orangtua, ibu-bapak, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,” (QS. An-Nisa: 36).

Sementara itu, dai lainnya, Ustadz Zacky Mirza mengutip suatu kisah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam yang memberikan pesan kepada Siti Aisyah untuk berbagi kepada tetangga. “Berbagi kepada tetangga itu bagian dari kemulian akhlak kita,” kata dia.

Ia berpesan bahwa jangan sampai kita memuliakan orang lain yang jauh, tapi lupa memuliakan tetangga terdekat. Karena di saat kita ada musibah atau sedang mengalami kesulitan tetangga lah yang sering dan pertama yang akan membantu kita.

Tidak hanya berbagi kepada tetangga, banyak hal baik yang dapat kita lakukan seperti memberi salam dan menjawab salam, menjenguk ketika sakit, dan menasihati jika ia melakukan perbuatan mungkar. Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam juga bersabda :

خَيْرُ اْلأَصْحَابِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِصَاحِبِهِ ، وَخَيْرُ الْـجِيْرَانِ عِنْدَ اللهِ خَيْرُهُمْ لِـجَارِهِ

Artinya: “Sahabat yang paling baik di sisi Allah adalah yang paling baik sikapnya terhadap sahabatnya. Tetangga yang paling baik di sisi Allah adalah yang paling baik sikapnya terhadap tetangganya,” (HR. At Tirmidzi 1944, Abu Daud 9/156, dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Silsilah Ash Shahihah 103).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini