PM Pakistan Imran Khan Dinobatkan sebagai Muslim Paling Berpengaruh Dunia

Rizka Diputra, Jurnalis · Selasa 25 Agustus 2020 08:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 25 614 2266925 pm-pakistan-imran-khan-dinobatkan-sebagai-muslim-paling-berpengaruh-dunia-iWmPY9zADC.JPG PM Pakistan Imran Khan (Foto: Instagram/@imrankhan.pti)

PERDANA Menteri Pakistan, Imran Khan dinobatkan sebagai 500 muslim paling berpengaruh di dunia versi Royal Islamic Strategic Studies Center of Jordan, edisi ke-11. Prestasi ini berkat usahanya mencapai perdamaian abadi dengan India sejak ia mengambil alih kekuasaan pada tahun 2018.

Publikasi tersebut menyoroti upayanya untuk menormalkan hubungan dengan India dan menghindari konfrontasi, khususnya atas Kashmir. Khan dianggap berperan penting mewujudkan perdamaian abadi, seperti yang ditunjukkan dalam langkah India pada Agustus tahun lalu untuk memberlakukan jam malam militer di Kashmir yang dikelola India, dan penangkapan ribuan warga Kashmir. Demikian dilaporkan laman Gulf Times, Selasa (25/8/2020).

Sementara itu, perdana menteri menyatakan bahwa perekonomian negara berada di jalur yang benar. Dalam tweetnya kemarin, dia mengatakan bahwa saldo akun saat ini naik ke surplus USD424 juta pada Juli tahun ini. Ini, katanya, setelah neraca transaksi berjalan mencatat defisit 613 dolar pada Juli tahun lalu dan defisit 100 dolar pada Juni tahun ini.

Baca juga: Koin Emas Kuno Peninggalan Dinasti Abbasiyah Ditemukan di Israel

Khan mengatakan bahwa perubahan haluan yang kuat ini adalah hasil dari pemulihan ekspor yang terus berlanjut, yang naik 20 persen dibandingkan dengan bulan Juni, dan rekor pengiriman uang.

Ia juga menyatakan tekadnya untuk melayani masyarakat melalui agenda pembangunan nasional. Pada postingan Facebooknya, dia mengatakan pemerintah berfokus pada empat bidang prioritas untuk mempercepat proses pembangunan: meningkatkan ekspor, penggunaan jalur hukum untuk pengiriman uang, investasi asing, dan pembatasan pencucian uang.

Sementara itu, Kantor Perdana Menteri telah mengarahkan Dewan Pendapatan Federal (FBR) untuk membuka kembali 565 keluhan yang terdaftar di Portal Warga Pakistan dan memastikan penyelesaiannya berdasarkan prestasi.

Unit Pengiriman Perdana Menteri (PMDU) telah menerima laporan tentang kinerja pejabat FBR. Menurut laporan itu, peringatan ketat telah dikeluarkan untuk 10 pejabat senior FBR atas kinerja buruk mereka.

Pejabat sudah diarahkan untuk meningkatkan kinerjanya terkait penyelesaian pengaduan masyarakat. Laporan tersebut mengindikasikan bahwa tindakan tegas akan dimulai jika pengaduan masyarakat tidak ditangani dengan cara yang memuaskan.

Sebelumnya, FBR mengintensifkan perang melawan korupsi, dan inefisiensi anggaran, serta memberhentikan 10 petugas yang dianggap menyalahgunakan kewenangan. Petugas Bea Cukai yang ditangguhkan adalah tujuh Inspektur, dua pengawas, dan satu petugas penilai.

Sejak Juli, 36 petugas dan 19 pejabat telah diskors dan tiga karyawan diberhentikan. Selanjutnya, Integrity and Performance Management Unit (IPMU) telah dibentuk di FBR untuk menangani pengaduan wajib pajak terhadap setiap karyawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini