Aa Gym Jelaskan Hukum Prank dalam Ajaran Islam

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis · Rabu 26 Agustus 2020 13:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 26 330 2267695 aa-gym-jelaskan-hukum-prank-dalam-ajaran-islam-wkprTKvGIR.jpg KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) menjelaskan hukum prank dalam Islam. (Foto: Youtube Aa Gym Daily Vlog)

PRANK berasal dari bahasa Inggris yang jika diartikan secara bahasa adalah 'senda gurau, olok-olok, menipu, atau membohongi seseorang'. Belakangan ini permainan prank begitu marak dilakukan hingga seakan menjadi tren.

Tujuan dari prank itu sendiri diyakini untuk membuat targetnya menjadi takut, kaget, ataupun bingung dengan maksud bercanda. Ini dinilai sebagai hal yang lucu untuk ditertawakan.

Baca juga: Ini 5 Adab Menjenguk Orang Sakit Menurut Aa Gym, Bisa Memberi Keberkahan 

Lalu bagaimana sebenarnya hukum prank dalam ajaran agama Islam?

KH Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym menjelaskan bahwa prank adalah perbuatan yang buruk dan dapat menimbulkan dosa. Ia mengungkapkan bahwa prank termasuk dusta atau kebohongan, dan dilarang dalam ajaran Islam.

Dirinya pun memberikan contoh kasus prank pemberian sembako berisi sampah. Ini dinilai sebagai suatu hal yang sangat buruk karena telah berdusta.

"Ini adalah perbuatan dusta. Dalam Islam hukumnya seperti ini haram. Segala sesuatu kebohongan, apalagi membuat orang lain merasa tersakiti, terpermalukan," kata Aa Gym, dikutip dari akun Youtube Aa Gym Daily Vlog, Rabu (26/8/2020).

Hukum prank dalam Islam. (Foto: Youtube Aa Gym Daily Vlog)

Dalam Islam, segala sesuatu yang merugikan orang lain adalah keburukan. Sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Bukhari, yang artinya, "Seorang Muslim (yang baik) adalah yang kaum Muslimin selamat dari keburukan lisan dan tangannya." (HR Bukhari)

Aa Gym menekankan untuk tidak melakukan perbuatan haram tersebut karena sudah nyata bahwa prank adalah perbuatan yang sangat tercela.

Kisah lainnya seperti penerapan prank dari anak kepada orangtua. Hal ini lebih berlipat ganda tercelanya, karena selain berdusta, pelakunya juga telah membuat orangtuanya cemas, khawatir atau takut dan secara tak langsung menyakiti orangtuanya. Hal ini telah masuk dalam kedurhakaan kepada orangtua.

Aksi menipu atau menjahili dengan tujuan bercanda pernah terjadi di zaman Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yang saat itu pernah ada seorang sahabat yang tertidur di sebuah perjalanan. Ia diangkat oleh sahabat lainnya dan dipindahkan ke atas bukit, ketika dibangunkan orang tersebut kaget hingga membuat para sahabat lainnya tertawa terbahak-bahak.

Baca juga: Aa Gym: Tobat Solusi Segala Cobaan yang Diberikan Allah 

Meski tahu bahwa aksi jail tersebut tak ada niatan buruk, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam yang melihatnya pun bersabda, "Tidak halal bagi seorang Muslim menakut-nakuti Muslim yang lain." (HR Abu Dawud)

"Dalam urusan kemanusiaan, itu tujuannya kepada siapa pun. Kita tidak boleh merugikan, menyakiti. Prank yang mengandung unsur dusta ini terlarang. Tidak boleh. Prank lain yang menakut-nakuti, atau yang menyakiti, dengan mempermalukan, membuat tersakiti hati atau fisik atau pikirannya, ini terlarang. Prank yang melibatkan simbol-simbol agama juga tidak boleh," jelas Aa Gym.

Prank dengan kategori tersebut sangat dilarang dalam Islam, karena sangat merugikan korbannya dan berpotensi pada prank yang dilakukan secara berlebihan, hingga menimbulkan tawa yang terbahak-bahak. Perlu diingat, dalam Islam tidak boleh tertawa berlebihan dalam hal apa pun, karena tertawa berlebihan akan mematikan hati.

Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam, "Dan janganlah terlalu banyak tertawa, sesungguhnya terlalu banyak tertawa dapat mematikan hati." (HR Tirmidzi)

Kembali Aa Gym mengingatkan, jika melakukan prank, kita akan masuk pada golongan orang zalim karena telah melibatkan lima unsur tercela tersebut. Selain itu, berpengaruh buruk pada diri sendiri di mana akan hilang rasa kepercayaan dari orang lain.

"Padahal dalam Islam, bagaimana kehormatan dan kredibilitas kita terjaga justru dengan kejujuran, tidak pernah menyakiti orang lain, dan betul-betul berusaha keras membahagiakan orang lain sebagai amalan yang utama," tambahnya.

Baca juga: Aa Gym: Orang yang Menghindari Perdebatan Bisa Jadi Ahli Surga 

Mari berhenti melakukan kelucuan-kelucuan yang bisa mengandung dosa, lebih baik kreatif melakukan sesuatu yang mengandung manfaat.

Wallahu a'lam bishawab.

Aa Gym jelaskan hukum prank dalam Islam. (Foto: Youtube Aa Gym Daily Vlog)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini