Aa Gym Ungkap 5 Cara Hijrahkan Hati Menuju Ridha Allah

Alya Amellia Amini, Jurnalis · Rabu 26 Agustus 2020 14:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 26 330 2267738 aa-gym-ungkap-5-cara-hijrahkan-hati-menuju-ridha-allah-bDEVInguEU.jpg KH Abdullah Gymnastiar (Foto: Instagram/@aagym)

MANUSIA kebanyakan sibuk berhias diri namun mengabaikan kebersihan hati. Padahal, hati paling penting untuk ditata karena menjadi penilaian Allah Subhanahu wa Ta'ala terhadap hambanya yang mukmin. Hanya sedikit orang yang sadar untuk sibuk membersihkan hatinya dari segala macam penyakit hati.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian,” (HR. Muslim no. 2564).

Dai kondang KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym mengatakan, jarang sekali saat tidur orang-orang sibuk membersihkan hati misalnya dengan membaca sholawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Padalah, amalan sederhana tapi ikhlas dilakukan besar pahalanya di sisi Allah daripada amalan besar tapi tidak ikhlas.

"Kita harus bisa menyempatkan diri untuk memeriksa hati kita, karena hati kita sangat mudah kotor dengan noda-noda dosa. Memang sudah seharusnya kita setiap hari memikirkan kebersihan hati dan juga amal. Dengan kita memperdalam ilmu agama nantinya hati kita makin bersih dan Insya Allah amalnya juga diterima oleh Allah Ta'ala," kata Aa Gym, dikutip dari channel YouTube, Aagym Official, Rabu (26/8/2020).

Baca juga: Dituding Kufur Nikmat, Ustadz Riza Muhammad Jawab Nyinyiran Netizen

Rasulullah telah mengingatkan kepada kita bahwa jika hati cenderung lurus maka luruslah seluruh diri kita, sedangkan jika melenceng hati kita, maka tersesatlah seluruh diri kita. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

إِلَّا مَنْ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

Artinya: “Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,” (QS. Asy-Syu’ara ayat 89).

"Orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, yaitu orang yang tidak melakukan kesyirikan, kemunafikan, riya dan juga kesombongan, sebab ia akan mendapatkan manfaat dari harta yang ia infakkan di jalan Allah, dan doa anak-anaknya yang selalu mendoakan dirinya," kata pendakwah asal Bandung, Jawa Barat ini.

Aa Gym lantas membeberkan 5 cara untuk menghijrahkan hati, yakni sebagai berikut:

1. Perbanyak amal rahasia

Amal yang kita lakukan boleh saja diketahui orang lain sepanjang niatnya untuk memotivasi diri, berdakwah dan juga niat mengawali suatu kebaikan. Meski begitu lanjut Aa Gym, selain amalan yang nampak, seseorang juga harus memiliki amal rahasia.

“Kita juga harus punya nih amal-amal yang benar dan dicontohkan Rasulullah tapi cukup kita dengan Allah Ta’ala yang tahu," kata Aa Gym.

2. Jauhi sifat riya

Saat ini banyak orang melaksanakan ibadah hanya ingin dilihat oleh orang lain. Ketika banyak orang ibadah sangatlah lancar, ketika tidak ada orang ibadah jadi jarang-jarang. Perilaku inilah yang disebut riya atau pamer di hadapan orang. "Janganlah kita rajin beribadah ketika ada orang saja apalagi timbul dari hati kita ingin dinilai oleh orang lain karena ibadah yang kita lakukan," kata dia.

Di saat ada orang atau tidak ibadah sebaiknya ibadah tetap ditunaikan ikhlas karena Allah. Allah berfirman dalam Surah Al-Hadid ayat 4:

وَهُوَ مَعَكُمْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

Artinya: “Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan," (QS. Al-Hadid: 4).

3. Jangan ingin dipuji

Menjadi manusia jangan selalu ingin dipuji. Karena pujian akan membuat kita terlena hingga mengarah pada kesombongan. Aa Gym mengatakan, manusia cerdas ialah dia yang hanya berharap pujian Allah, bukan manusia.

“Sedunia muji kita tapi kita tidak disukai Allah pasti akan celaka, jika sedunia menghina kita tapi kalau Allah mencintai kita sudah terjamin sukses dunia dan akhirat," ujar Pimpinan Ponpes Daarut Tauhid itu.

4. Hindari sifat ingin dihargai

Jangan sampai kita melakukan ibadah dan karena ibadah itu membuat kita ingin diperlakukan spesial oleh orang lain. Jika dengan alasan ilmu agama dan ibadah kita, lalu kita jadi menuntut orang lain untuk memperlakukan kita spesial, hal ini sangat keliru. “Justru harus kita yang memperlakukan orang-orang itu spesial,” imbuh Aa Gym.

5. Jangan pamrih dalam beramal

Sebagai seorang muslim yang baik, dalam beramal sholeh jangan pernah berharap balasan budi dari orang lain. Jangan menunggu orang lain berterima kasih kepada kita. “Ketika kita merasa ini amal kita, itulah saat hilangnya pahala. Tapi ketika kita yakin ini dari Allah saat itulah Allah mencatat amal kita,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini