Malaysia Cabut Aturan Bawa Sajadah Sendiri ke Masjid

Muhammad Hafizh Arya Pradana, Jurnalis · Rabu 26 Agustus 2020 12:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 26 614 2267644 malaysia-cabut-aturan-bawa-sajadah-sendiri-ke-masjid-0ZRHsy4W6F.JPG Seorang muslim Malaysia membawa sajadah sendiri saat hendak sholat berjamaah di masjid (Foto: Bernama)

MALAYSIA resmi mencabut aturan membawa sajadah sendiri bagi umat muslim yang hendak sholat berjamaah di masjid.

Umat muslim di sana kini tidak lagi diharuskan membawa sajadah mereka sendiri mulai dicabutnya aturan itu. Demikian disampaikan Menteri Senior Urusan Keamanan, Datuk Seri Ismail Sabri Yaakob.

Sabri mengatakan peniadaan aturan membawa sajadah ini memertimbangkan banyaknya keluhan masyarakat yang sering lupa membawa sajadah saat sholat berjamaah di masjid.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para imam dan panitia masjid yang tegas dalam memastikan kepatuhan penuh terhadap SOP kesehatan yang berlaku,” kata dia, dikutip dari laman Bernama, Rabu (26/8/2020).

Baca juga: Rapper Cilik Palestina Suarakan Kejahatan Perang via Musik

“Rapat khusus tingkat menteri hari ini sepakat untuk meringankan persyaratan membawa sajadah dengan segera, namun penggunaan sajadah tetap dianjurkan sementara memakai masker masih diwajibkan,” ujar dia dalam jumpa pers tentang pengembangan Recovery Movement Control Order (RMCO) di Gedung Parlemen Malaysia.

Ia menambahkan, panitia masjid juga diperbolehkan menjual masker wajah tiga lapis kepada jamaah dengan harga yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, masjid juga bisa menyediakan kertas liner sekali pakai untuk menggantikan keset.

Di dalam pertemuan khusus tersebut turut membahas dan menyepakati bahwa warga asing boleh beribadah di masjid mulai 1 September 2020 mendatang.

Namun mereka diharuskan mematuhi SOP yang ditetapkan termasuk mendaftarkan dir sebelum diizinkan masuk ke lokasi.

"Persetujuan tersebut tunduk pada kapasitas yang diizinkan dan persyaratan jarak fisik oleh pengelola masjid," katanya.

Pemerintah Malaysia lanjut Sabri, juga sepakat mengizinkan warga Malaysia pergi ke luar negeri dalam keadaan darurat seperti mengunjungi anggota keluarga yang sakit dan sebagainya. Namun dengan syarat harus mengantongi izin dari departemen imigrasi setempat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini