Aa Gym: Hadapilah Para Pembenci dengan Bijaksana

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis · Kamis 27 Agustus 2020 08:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 27 330 2268139 aa-gym-hadapilah-para-pembenci-dengan-bijaksana-50hGuey1kN.jpg KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)

DALAM hidup, tentunya kita tak bisa membuat semua orang menyukai kita. Sebaik apapun sikap kita terhadap orang lain, pasti ada saja yang merasa tidak suka atau sampai membenci apapun yang kita lakukan.

Bahkan, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam yang sempurna akhlaknya dan kebersihan hatinya masih memiliki pembenci alias haters yang selalu saja tidak suka dengan beliau.

Manusia ditakdirkan dengan segala kelebihan dan kekurangan, inilah yang membedakan antara satu manusia dengan yang lainnya. Terlebih adanya perbedaan lain seperti latar belakang, agama, sudut pandang, pengalaman hidup, pendidikan, atau kadar keimanan.

Hal inilah yang memengaruhi adanya berbagai sudut pandang dan pendapat dalam menanggapi suatu hal. Karenanya, tak perlu heran apabila ada yang tak menyukai kita, karena pada dasarnya itu bukanlah urusan kita. Kita akan luar biasa letih jika terlalu sibuk ingin disukai oleh semua orang. Lantas bagaimana menghadapi orang yang tidak suka dengan kita?

“Kita sikapi saja semuanya dengan bijak,” ucap dai kondang KH Abdullah Gymnastiar, dikutip dari channel YouTubenya, Aagym Official, Kamis (27/8/2020).

Baca juga: Ganjaran bagi Orang yang Sabar

“Kalau ada orang yang enggak suka sama kita itu biasanya mereka punya waktu, kesungguhan dan kegigihan yang besar untuk mencari kekurangan kita. Dibanding siapapun, energinya lebih banyak mengoreksi kekurangan kita," tambah dai yang akrab disapa Aa Gym ini.

Lebih lanjut, Aa Gym menyebutkan bahwa memiliki pembenci atau orang yang tidak suka dengan kita adalah sebuah karunia. Karena dengan adanya orang tersebut, kita dapat memetik pelajaran untuk tidak melakukan keburukan yang sama.

Selain itu, jika ada orang yang berbuat kurang baik, kita bisa jadikan hal ini ladang ilmu dan juga riyadhoh.

“Ada orang yang berbuat kurang baik, pertama dapat kita jadikan ladang ilmu, lalu juga jadi ladang riyadhoh atau latihan untuk kita bisa bersabar. Kesabaran kita akan terlatih kalau ada yang menyakiti, kalau tidak, kita akan kurang terlatih untuk mengukur kesabaran," terang pendakwah asal Bandung ini.

Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid ini menjelaskan, berhadapan dengan haters, menjadi momentum yang pas untuk mengevaluasi diri. Bisa saja sebelumnya, di waktu terdahulu, kita pernah menyakiti orang lain dengan lisan atau perbuatan. Ketika ada orang lain yang melakukan hal yang sama kepada kita, barulah kita tersadar akan kesalahan tersebut dan menyegerakan untuk bertaubat.

Ada baiknya menghadapi sebuah keburukan bukan dengan keburukan pula, namun dengan kebaikan. Jika kita mampu menyikapi dengan bijak dan penuh kesabaran, percayalah kejadian ini akan menjadi ladang amal untuk kita.

Sebagaimana tertulis firman Allah SWT pada Surah Fusshilat ayat 34, yang artinya: “Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia," (QS. Fusshilat: 34).

“Jadi kita dapat ladang ilmu, riyadhoh, evaluasi untuk menemukan kesalahan dan kekurangan kita, dan jadi ladang amal untuk kita. Serta bisa kita balas dengan doa-doa yang baik," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini