8 Pelajaran Penting dari Perjalanan Hidup Imam Bukhari, Apa Saja?

Kamis 27 Agustus 2020 13:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 27 614 2268295 8-pelajaran-penting-dari-perjalanan-hidup-imam-bukhari-apa-saja-WTu2zqZoq8.jpg Ilustrasi (Pond5)

IMAM Bukhari tentu saja sangat terkenal di kalangan muslim seluruh dunia. Nama aslinya adalah Muhammad bin Ismail. Lahir di Bukhara, sebuah kotadi Uzbekistand pada 13 Syawal 194 Hijriah atau 21 Juli 810 Masehi. Karena berasal dari Bukhara, maka beliau dijuluki sebagai Imam Bukhari.

Imam Bukhari merupakan ulama perawi hadist. Sejak usia belia, beliau sudah mengembara ke berbagai negara mengumpulkan hadist-hadist Rasulullah, kemudian dibukukan. Karena jasanya lah, maka hadist-hadist Nabi sampai ke kita sekarang ini.

Baca juga: 4 Sifat Wanita Sholehah, Mungkin Kamu Termasuk Salah Satunya

Hadist-hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari terkenal sahih bahkan menduduki peringkat teratas sebagai hadist sahih dan menjadi rujukan bagi muslim dalam beribadah. Menjadi referensi bagi ulama dan intelektual Islam dalam membuat fatwa.

Dr. Wajidi Sayadi, dosen ilmu Alqur'an dan Tafsir IAIN Pontianak juga penulis buku ‘Jaringan Ulama Mekah-Yaman-Kalimantan-Sulawesi di Masjid Raya Campalagian Polman Mandar Sulbar’ dalam sebuah artikelnya di jaringansantri.com, Kamis (27/8/2020), menulis ulang biografi Imam Bukhari.

“Setelah membaca buku biografi dan menyimak video Imam Bukhari, ada banyak pelajaran yang dapat diambil dari sejarah perjalanan hidup inetelektualnya,” tulis Wajidi Sayadi.

Berikut 8 pelajaran penting yang bisa diambil dari perjalanan hidup Imam Bukhari:

1. Motivasi diri dan semangat yang tulus dari pribadi imam Bukhari sendiri sejak dini. Umur 16 tahun sudah berani meninggalkan kampung halaman pergi ke berbagai daerah dan negara untuk mencari guru dan belajar hadis, tanpa bekal yang memadai. Tanpa proposal ke mana-mana, tanpa beasiswa, tanpa mengeluh.

2. Beliau mengadakan perjalanan ilmiah dan amaliah selama 16 tahun sangat didukung dan direstui serta tidak pernah sepi iringan doa orangtuanya, khususnya ibundanya tercinta.

3. Dalam lawatan ilmiah dan amaliah selama 16 tahun, Beliau bertemu dan belajar langsung kepada 4000 guru yang menghasilkan kurang lebih 600.000 hadis Beliau kumpulkan.

4. Setiap ketemu dengan guru dan tokoh agama dan tokoh masyarakat, selalu mereka mendoakan “Semoga Anda imam Bukhari sukses”. Ini suatu amunisi dan motivasi spiritual yang sangat dahsyat.

5. Hapalan imam Bukhari sangat luar biasa, tetapi dalam setiap perjalanan dari suatu daerah dan negara ke negara lainnya, kelihatan di tangannya selalu ada alat tulis; kertas dan pena yang sangat sederhana, sehingga selain menulis hadis, juga menulis nama-nama gurunya. Inilah yang kemudian menjadi daftar nama periwayat dalam sanad. Imam Bukhari tidak punya Laptop, flashdisc, alat rekaman, dan lain-lain, tapi menghasilkan banyak karya.

6. Perjalanan selama 16 tahun, melintasi gurun pasir yang panas, hembusan angin siang dan malam sungguh menjadi tantangan yang luar biasa, namun ibadahnya tidak pernah lalai, walaupun dengan tayammum menggunakan debu. Tantangan hidup bukan dihindari, tapi dihadapi dengan semangat dan bekal yang tangguh.

7. Imam Bukhari lahir pada zaman yang memang cukup mendukung dan menguntungkan, serta kecerdasan memanfaatkan momentum. Bakat dan minat yang baik, tapi berada pada momentum yang tidak tepat dan tidak mendukung, maka biasanya tidak berhasil. itulah sebabnya, para ulama belajar dari satu daerah dan negara ke tempat lainnya.

8. Rasa tanggung jawab yang sangat tinggi. Salah satu bentuk tanggung jawab ilmiahnya adalah menuliskan karya-karyanya lebih 20 judul kitab, yang diwariskan kepada generasi berikutnya termasuk kepada kita, sehingga ilmu dan pengalaman yang pernah dicapai tidak hilang begitu saja dengan wafatnya Beliau.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini