Ini Alasan Pentingnya Bersyukur atas Segala Nikmat dari Allah

Eka Putri Wahyuni, Jurnalis · Jum'at 28 Agustus 2020 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 330 2268919 ini-alasan-pentingnya-bersyukur-atas-segala-nikmat-dari-allah-7sIPM87ReN.jpg Ilustrasi (Freepik)

ALLAH subhanahu wa ta’ala selalu adil dalam memberikan segala nikmat kepada setiap hamba-Nya. Maka kita diwajibkan bersyukur tanpa membandingan dengan kenikmatan yang dimiliki oleh orang lain.

Allah selalu memberikan kasih dan sayang terhadap siapapun sesuai yang Allah inginkan dan hal itu yang terbaik untuk kita.

Baca juga: Wajib Tahu, Ini Lho Bedanya Yaumul Hisab dan Yaumul Mizan 

Maka tidak perlu membandingkan apa yang ada pada kita dengan yang ada pada orang lain, sebab apa yang ada pada orang lain belum tentu yang terbaik untuk kita.

“Allah itu sang Maha Rahman, penuh kasih sayang, kasih sayangnya kepada hamba-Nya tidak pilih kasih,” ujar Daiyah Ustadzah Syifa Nurfadillah dalam tausyiahnya seperti dikutip dari kanal Youtube Official iNews, Jumat (28/8/2020).

Kenikmatan yang Allah berikan tidak hanya berupa harta atau materi, bisa juga anak saleh dan sholehah, istri yang taat, serta kesehatan. Bersyukur terhadap apa yang kita miliki akan membuat hati kita tenang dan bahagia, dengan bersyukur pula maka Allah akan memberikan balasan bahkan menambahkan nikmat dari yang kita miliki.

Allah ta’ala berfirman :

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Artinya: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Q.S Ibrahim :7).

Allah ta’ala juga berfirman,

وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ

Artinya: “Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur” (Q.S Ali Imran :145).

Jika kita tidak bersyukur terhadap apa yang kita miliki kemudian membandingkan kenikmatan yang ada pada diri kita dengan kenikmatan orang lain maka akan timbul penyakit-penyakit hati, seperti dengki. Yaitu susah melihat orang senang, kemudian senang melihat orang susah.

“Oleh karenanya dalam Alquran dikatakan ‘Wa min syarri ḥāsidin iżā ḥasad’. Dari pagi hari kita meminta perlindungan kepada Allah agar ketika keluar rumah hati kita tidak dengki,” ujar Ustadzah Syifa.

Untuk itu rasa syukur harus dibarengi dengan sifat qana’ah, yakni menerima apa adanya atas apa yang telah Allah berikan walaupun hanya sedikit. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

“Jadilah orang yang wara’, maka engkau akan menjadi hamba yang paling berbakti. Jadilah orang yang qana’ah, maka engkau akan menjadi hamba yang paling bersyukur”(HR. Ibnu Majah no. 3417, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Ibni Majah).

Ustadzah Syifa pun menyampaikan, “hati yang qana’ah, ikhlas, bersyukur kepada Allah. Pasti tidak akan pernah berkata yang tidak baik ataupun kufur terdapat nikmat Allah.”

Dengan begitu jika kita bersyukur dan kita ikhlaskan nikmat apapun yang Allah berikan maka kita tidak akan membandingkan kenikmatan apapun terhadap orang lain.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini