Hati-Hati dengan Harta, Jangan Sampai "Senjata" Makan Tuan

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis · Jum'at 28 Agustus 2020 21:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 330 2269144 hati-hati-dengan-harta-jangan-sampai-senjata-makan-tuan-tpmX17t9wq.JPG Habib Abdul Qodir bin Zaid Ba'abud (Foto: YouTube/@Habib Abdul Qodir Baabud)

HARTA adalah salah satu nikmat Allah Subhanahu wa Ta'ala yang dianugerahkan kepada hambaNya di dunia. Harta yang dimanfaatkan dengan baik tak hanya akan menjadi sarana bagi muslim untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan di dunia, namun juga menjadi sarana beribadah untuk mencapai keridhoan Allah Ta'ala.

Namun nyatanya, limpahan harta yang Allah berikan tak serta merta dapat dikatakan sebagai suatu nikmat, namun juga ujian. Hal ini dikarenakan tak sedikit dari manusia yang merasa terlena akan kekayaan materi yang menyebabkan dirinya lupa untuk menggiatkan ibadah kepada Allah.

Hidupnya seakan hanya sibuk untuk memperkaya diri dan mengurus harta-hartanya. Kecintaannya terhadap harta mengalahkan kecintaannya kepada Allah Yang Maha Kaya. Kesungguhan menjaga harta jauh lebih diutamakan dari pada menjaga iman. Padahal, harta dan kemewahan apapun yang dikumpulkan, tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan nikmat iman.

Pimpinan Majelis Taklim dan Sholawat Nurul Musthofa, Krejengan, Probolinggo, Jawa Timur, Habib Abdul Qodir bin Zaid Ba’abud mengatakan, sebaik-baik harta adalah yang dimiliki oleh orang-orang sholeh. Hal ini dikarenakan orang sholeh senantiasa memanfaatkan hartanya dengan baik, untuk berbagi sesama atau untuk berdakwah menyebarkan agama Islam.

Baca juga: Ini Alasan Pentingnya Bersyukur atas Segala Nikmat dari Allah

“Harta yang paling baik itu adalah harta yang dipegang oleh orang sholeh. Dimanfaatkan untuk dakwah. Tetapi kalau cuma harta yang dipegang oleh orang yang tidak punya iman, jadinya kemaksiatan. Digunakan untuk mabuk, zina, dan melakukan yang haram,” kata Habib Abdul Qodir, dikutip dari channel YouTubenya, Jumat (28/8/2020).

Sebagaimana dicontohkan dalam salah satu kisah sahabat di zaman Rasulullah, yang merupakan orang dari golongan miskin. Tibalah suatu ketika ia menghampiri Rasulullah dan mengatakan bahwa dirinya lelah hidup miskin dan menginginkan kekayaan.

Mendengar hal tersebut, Rasulullah memenuhi keinginannya dengan memberikan 4 ekor kambing, jantan dan betina, hingga beranak pinak sampai total 500 kambing. Di sinilah nyatanya sahabat tersebut mulai duji, kesibukannya akan menjaga harta mulai mengorbankan waktu berharganya yang biasanya digunakan untuk membaca Alquran atau beribadah lainnya.

“Ketika kambingnya mulai banyak sampai ribuan, diingatkan oleh Nabi untuk memberi zakat, potong sedikit dari kambingnya. Tetapi orang ini beralasan terus. Tambah banyak kambingnya, janji terus menerus sampai akhirnya Rasulullah meninggal (dia) tidak bayar zakat,” tambahnya.

Kisah pilu ini berlanjut hingga pada zaman kekhalifahan Sayyidinna Abu Bakar dan Umar bin Khattab, seorang sahabat ini akhirnya mengemis untuk dapat membayar zakat namun tidak diterima.

Baca juga: Catat! Ini Panduan Puasa dan Sholat Sunah di Bulan Muharram

Habib Abdul Qodir berpesan untuk berhati-hati dengan harta, sebab banyak dari manusia yang dikelabui olehnya dan rela mengorbankan apapun demi harta dan berakhir pada penyesalan.

“Inilah harta, makanya harta itu kalau tidak dibaguskan maka akan memakan kita," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini