Membaca Sholawat demi Mengharap Dunia, Bolehkah?

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis · Jum'at 28 Agustus 2020 21:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 330 2269172 membaca-sholawat-demi-mengharap-dunia-bolehkah-bekX0bO9vK.jpg Buya Yahya (Al Bahjah TV)

DALAM hidup, setiap manusia memiliki pencapaian dan harapan. Segala perencanaan yang diharapkan dapat terwujud ini tentunya sangat didambakan karena kebahagiaan dan perjalanan semasa hidup akan lebih mudah dan menyenangkan bila memiliki apa yang diimpikan tersebut.

Untuk mewujudkannya menjadi nyata, tentu diperlukan usaha dan juga disertai doa. Memperbanyak ibadah dan bersholawat misalnya. Memperbanyak sholawat diyakini bisa mempermudah segala urusan.

Pendakwah Buya Yahya mengingatkan untuk tidak beribadah hanya semata-mata meminta imbalan dunia.

“Jangan menjadikan ibadah untuk mendapatkan imbalan dunia, akan tetapi beribadahlah kepada Allah maka Allah akan beri dunia kepadamu.” Katanya dalam tausyiahnya seperti dikutip dari kanal Youtubenya, Jumat (28/8/2020).

Terkait hal ini, bukan berarti ada larangan untuk meminta dilancarkan segala urusan dunia, berdoa untuk imbalan dunia diperbolehkan selama beribadah kepada Allah SWT, namun hal ini berkaitan dengan kelas ikhlasan, dimana tingkah keikhlasan dari orang yang melakukan hal tersebut dinilai rendah.

“Ikhlas itu ada martabatnya. Ada martabat yang sangat tinggi, tidak mengharapkan apa-apa saat beribadah. Bahkan tidak mengharapkan surga sekalipun.”

Lebih lanjut, Buya menjelaskan bahwa tingkat terendah dari keikhlasan seorang hamba adalah ketika beribadah kepada Allah tujuannya adalah untuk meminta imbalan di dunia, seperti dilancarkan rezeki atau meminta jodoh.

“Baca sholawat banyak biar dagangannya laris, atau mengharapkan jodoh, boleh saja. Sah saja kok. Karena sholawat itu adalah senjata segala macam bisa sukses. Karena dengan bersholawat kepada Rasulullah, Allah akan bersholawat kepada kita. Bagaimana Allah bersholawat? Allah akan keluarkan kita dari kegelapan.” jelasnya.

Buya menyampaikan bahwa mengaitkan urusan dunia dalam ibadah yang tujuannya adalah akhirat ini berkaitan dengan adab. Semisal, melaksanakan sholat dhuha karena menginginkan uang, ini dinilai kurang adab meskipun memintanya masih kepada Allah.

Justru akan lebih baik jika menepis segala nikmat dunia dan mengalihkannya kepada akhirat yang lebih kekal.

Jika seandainya diperlihatkan sebuah nikmat yang bukan milik kita, jangan semata-mata bersholawat untuk mendapatkan nikmat tersebut.

“Hal lain, kalau kalian lihat ada gebyar dunia, jangan Anda tancapkan di hati, seperti misalnya ‘Ya Allah mobil ini bagus, allahumma shalli ala sayyidinna Muhammad, semoga saya dapet ini’. Ini menancapkan dunia di hati Anda.’” kata Buya.

“Kalau pengen, Nabi ajarkan, seperti dalam hadits Bukhari Muslim, “Ya Allah tidak ada kehidupan sesungguhnya kecuali kehidupan akhirat. Malah dibalik supaya hati kita tidak kagum dengan gebyar dunia.”

“Dalam riwayat Allah mengatakan kalau kita melihat sesuatu yang mengagumkan, ingat bahwa tidak ada kebaikan kecuali kebaikan akhirat. Hidup sesungguhnya adalah hidup akhirat.”

Jadi adapun membaca sholawat, sah-sah saja. Cuma pendidikan dari Nabi kalau ada sesuatu yang mengagumkan dan kalau ada tamak di hati kita langsung sakitkan dengan urusan akhirat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini