Ayah Jacob Blake Baca Alquran saat Protes Penembakan oleh Polisi

Saskia Rahma Nindita Putri, Jurnalis · Jum'at 28 Agustus 2020 11:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 614 2268838 ayah-jacob-blake-baca-alquran-saat-protes-penembakan-oleh-polisi-v58sHcNLG0.jpg Ayah Jacob Blake viral membaca Alquran saat mengiringi aksi protes penembakan oleh polisi (The New Arab)

SEBUAH video yang menggambarkan ayah dari Jacob Blake, pria kulit hitam yang menjadi korban penembakan brutal oleh polisi, sedang membaca Alquran saat menggiring gelombang dukungan sebagai bentuk protes dari insiden yang menimpa Blake, viral di media sosial.

Putranya, Jacob Blake, dikabarkan akan mengalami lumpuh setelah ditembak tujuh kali oleh seorang polisi AS di Wisconsin, Amerika Serikat. Selama aksi protes berlangsung, sang ayah membacakan Surah Al Fatihah untuk putranya itu.

Baca juga: Apakah Bulan Sabit dan Bintang Simbol Islam?

Surat yang bermakna pembukaan itu berada pada awal dari dimulainya Alquran, yang selalu dibacakan oleh umat Muslim dalam situasi dan kondisi apapun.

Tidak dapat dipastikan apakah ayah Jacob Blake adalah seorang Muslim, namun dalam pernyataannya, ia menyampaikan adanya keberagaman dalam keluarganya.

“Keluarga saya sangat beragam, dan kami tidak hanya mewakili satu hal,” katanya sebelum membaca Alquran seperti dilansir dari The New Arab, Jumat (28/8/2020).

Ayah Blake bersamaan dengan anggota keluarga lainnya dan pengacara, mengatakan kepada wartawan bahwa polisi telah menembak putranya sebanyak tujuh kali, seolah itu bukanlah sebuah masalah yang penting.

“Mereka menembaknya 7 kali, seolah dia tidak penting. Tetapi anak saya penting. Dia manusia, dan dia penting,” ujarnya.

Baca juga: Kisah Unik Wanita Masuk Islam karena Operator 911

Pernyataan ayah Jacob Blake tersebut disampaikan hanya beberapa hari setelah penembakan putranya, yang kemudian membuat organisasi Muslim mengeluarkan pernyataan bahwa mereka turut mengutuk insiden tersebut.

“Sekali lagi, untuk petugas kepolisian telah melakukan kekerasan terhadap seseorang dari ras kulit hitam. Kami berpihak pada Jacob Blake, yang kami harap akan selamat dari penembakan ini.” katanya dalam pernyataan itu.

Ibu Blake, Julia Jackson, mengatakan bahwa hal pertama yang dikatakan putranya ketika dia melihatnya adalah ungkapan rasa sesal.

“Ia berkata, ‘saya tidak ingin menjadi beban bagi kalian, saya ingin bersama anak-anak saya, dan saya tidak yakin saya mampu untuk berjalan lagi.’” katanya.

Insiden tersebut telah menyebabkan pecahnya aksi protes berujung kerusuhan di wilayah tersebut. Pengacara Jacob Blake mengatakan bahwa Blake butuh sebuah keajaiban untuk dapat berjalan lagi.

Parahnya dampak dari penembakan tersebut yang akhirnya merujuk pada permintaan dari pihak Blake kepada oknum polisi yang menembakkan peluru pada Blake untuk ditangkap dan dicabut dari pekerjaannya.

Penembakan Blake terjadi di hari Minggu, di Kenosha, yang terekam dalam sebuah video telepon dan memicu aksi protes baru atas aksi rasisme yang marak di beberapa kota di AS.

Insiden ini hanya terjadi tiga bulan setelah kematian George Floyd, pria kulit hitam yang tewas di tangan polisi Minneapolis yang memicu penuntutan aksi atas ketidakadilan rasial.

Beberapa aksi demonstrasi berubah menjadi kerusuhan, termasuk pada malam ketiga di Kenosha, dimana beberapa suara tembakan jelas terdengar, sebagaimana banyak beredar di media sosial.

(sal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini