Humor Gus Dur: Pelaku Bom Bunuh Diri Kepalanya Ditahan Polisi

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 28 Agustus 2020 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 614 2268852 humor-gus-dur-pelaku-bom-bunuh-diri-kepalanya-ditahan-polisi-n64SvoYua0.jpg KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur (Foto: Instagram/@gus_dur_fans)

KH Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur, memang selalu melontarkan guyonan-guyonan yang sebenarnya penuh makna dan mengandung pesan. Misalnya istilah kata 'pengantin' alias bom bunuh diri pernah menjadi pembicaraan kala itu.

Dikutip dari laman Santri Gus Dur, Jumat (29/8/2020), suatu hari Gus Dur ditanya oleh wartawan, yakni terkait maraknya 'pengantin'. Sebab sebagian ada yang mempercayai, bahwa itu tidak berdosa dan matinya syahid.

Kemudian maraknya 'pengantin' itu kelak mereka yang meninggal dunia akibat meledakkan diri, maka akan bertemu bidadari di surga.

“Gus, menurut Anda, betulkah para pengebom itu mati syahid dan bertemu bidadari di surga?” tanya seorang wartawan itu.

“Memangnya sudah ada yang membuktikan?” tanya balik Gus Dur.

Baca juga: Disunahkan Mandi Sebelum Sholat Jumat, Begini Niatnya

“Tentu saja belum kan, ulama maupun teroris itu kan belum pernah ke surga,” tambah Presiden RI keempat itu.

“Lalu, apakah benar mereka tergolong mati syahid, Gus?” wartawan lain menimpali.

“Mereka itu yang jelas bukan mati syahid, tetapi mati sakit. Kalau pun mereka masuk surga, mereka akan menyesal bertemu bidadari,” kata Gus Dur.

“Kenapa Gus?”

Ternyata tak disangka, Gus Dur malah menjawab agak sedikit nyeleneh.

“Karena kepalanya masih tertinggal di dunia dan ditahan oleh polisi,” jawab Gus Dur.

Kemudian semua orang tertawa terbahak-bahak, karena jawaban Gus Dur itu. Menganggap mereka yang melakukan aksi bom bunuh diri merasa kesakitan.

Namun jawaban Gus Dur ini memang berkaitan dengan agama. Di mana di dalam Islam dikatakan, bahwa orang yang bunuh diri tidak akan diterima dan akan merasa kesakitan. Hukumnya pun dosa.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَلاَ تَقْتُلُواْ أَنفُسَكُمْ إِنَّ اللّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا * وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ عُدْوَانًا وَظُلْمًا فَسَوْفَ نُصْلِيهِ نَارًا وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللّهِ يَسِيرًا

Artinya: “Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah,” (QS. An Nisa: 29-30).

Kemudian, dijelaskan juga dalam salah satu riwayat hadits, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda:

من قتل نفسه بشيء عذب به يوم القيامة

Artinya: “Barangsiapa yang membunuh dirinya dengan sesuatu, ia akan diazab dengan itu di hari kiamat,” (HR. Bukhari no. 6105, Muslim no. 110).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini