Oki Setiana Dewi Ungkap Perbedaan Ujian, Musibah dan Azab

Wiji Adinda Putri, Jurnalis · Minggu 30 Agustus 2020 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 30 614 2269709 oki-setiana-dewi-ungkap-perbedaan-ujian-musibah-dan-azab-8p3YK7edFR.JPG Oki Setiana Dewi (Foto: Instagram/@okisetianadewi)

MANUSIA diciptakan Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak lain hanya untuk beribadah kepadaNya. Pilihan baik atau buruk yang kita putuskan semasa hidup, semua akan kita pertanggung jawabkan di kehidupan akhirat.

Maka tak ada urusan yang lebih penting selain berlomba mengumpulkan amalan baik untuk menuntun dan memudahkan kita menuju surganya Allah. Namun, namanya kehidupan, tentu tidak terlepas dari rintangan. Semua akan melalui proses dalam kehidupannya melalui atas izin dan kehendak Allah Azza wa Jalla.

Aktris yang belakangan aktif di dunia dakwah, Oki Setiana Dewi melalui channel YouTubenya, Oki Setiana Dewi Official, memberi gambaran mengenai kehidupan yang tidak luput dari yang namanya ujian, musibah, maupun azab. Banyak yang menyalahartikan apa yang dialami manusia, dan kerap dianggap sebagai musibah.

Padahal, belum tentu apa yang ia terima merupakan sebuah musibah yang Allah berikan, melainkan ujian ataupun bisa jadi azab. Berikut perbedaan ujian, musibah dan azab menurut penjelasan Oki Setiana Dewai:

1. Ujian

Dalam bahasa Arab disebut ikhtibar (penyelidikan), dan imtihan (percobaan). Ujian sendiri dimaksudkan oleh Allah untuk menguji dan mengangkat derajat manusia atas iman yang mereka miliki.

Maka hanya sebagian orang saleh yang taat kepada Allah Ta'ala yang menerima ujian, baik berupa kesenangan atau keburukan, serta kebaikan ataupun keburukan. Dijelaskan dalam Surah Al-Anbiya ayat 35 yang berbunyi:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

(Kullu nafsin dżā`iqatul-maụt, wa nablụkum bisy-syarri wal-khairi fitnah, wa ilainā turja'ụn)

Artinya: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan,” (QS. Al-Anbiya: 35).

Sedangkan dalam Surah Al Kahfi ayat ke-7 Allah berfirman:

إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى ٱلْأَرْضِ زِينَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلً

(Innā ja'alnā mā 'alal-arḍi zīnatal lahā linabluwahum ayyuhum aḥsanu 'amalā).

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya,” (QS. Surah Al Kahfi: 7).

"Ujian yang diturunkan oleh Allah kepada orang-orang saleh juga dapat dijadikan sebagai salah satu jembatan pengampunan dosa dan kesalahan-kesalahan yang diperbuat, baik sengaja ataupun tidak," kata Oki.

2. Musibah

Oki menjelaskan bahwa musibah merupakan sebuah teguran atau peringatan yang sudah menjadi ketentuan dari Allah Ta'ala. Semuanya terjadi atas kesalahan manusia itu sendiri. Berbeda hal dengan ujian, musibah biasanya diberikan atas apa yang tidak kita sukai. Sedangkan ujian bisa berupa kenikmatan duniawi ataupun keburukannya. Pada Surah Asy-Syura ayat 30 Allah berfirman:

وَمَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُوا۟ عَن كَثِيرٍ

(Wa mā aṣābakum mim muṣībatin fa bimā kasabat aidīkum wa ya'fụ 'ang katṡīr).

Artinya: “Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu),” (QS. Asy-Syura: 30).

3. Azab

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَلَوْ أَنَّ قُرْءَانًا سُيِّرَتْ بِهِ ٱلْجِبَالُ أَوْ قُطِّعَتْ بِهِ ٱلْأَرْضُ أَوْ كُلِّمَ بِهِ ٱلْمَوْتَىٰ ۗ بَل لِّلَّهِ ٱلْأَمْرُ جَمِيعًا ۗ أَفَلَمْ يَا۟يْـَٔسِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَن لَّوْ يَشَآءُ ٱللَّهُ لَهَدَى ٱلنَّاسَ جَمِيعًا ۗ وَلَا يَزَالُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ تُصِيبُهُم بِمَا صَنَعُوا۟ قَارِعَةٌ أَوْ تَحُلُّ قَرِيبًا مِّن دَارِهِمْ حَتَّىٰ يَأْتِىَ وَعْدُ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُخْلِفُ ٱلْمِيعَادَ

(Walau anna qur`ānan suyyirat bihil-jibālu au quṭṭi'at bihil-arḍu au kullima bihil-mautā, bal lillāhil-amru jamī'ā, a fa lam yai`asillażīna āmanū al lau yasyā`ullāhu laḥadan-nāsa jamī'ā, wa lā yazālullażīna kafarụ tuṣībuhum bimā ṣana'ụ qāri'atun au taḥullu qarībam min dārihim ḥattā ya`tiya wa'dullāh, innallāha lā yukhliful-mī'ād).

Artinya: “Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentulah Alquran itulah dia). Sebenarnya segala urusan itu adalah kepunyaan Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi jani,” (QS. Surah Ar-Ra’d ayat 31).

"Azab merupakan sebuah bentuk musibah atau bencana yang diberikan kepada Allah, namun bedanya diberikan kepada orang-orang yang tidak beriman, baik di dunia maupun akhirat," tutur Oki.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini