Ulama Berperan Besar Cegah Radikalisme di Masyarakat dan Kalangan Santri

Senin 31 Agustus 2020 11:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 31 614 2270062 ulama-berperan-besar-cegah-radikalisme-di-masyarakat-dan-kalangan-santri-yhXs5cs13C.jpg Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar (tiga dari kanan) bersama jajaran Ponpes Al Muayyad. (Foto: BNPT)

SEBAGAI pihak yang sering bertemu langsung dengan masyarakat dan juga santri, ulama serta pengasuh pondok pesantren memiliki peran yang sangat besar dalam memberikan edukasi. Ulama dapat memberikan penjelasan mengenai bahaya paham radikal terorisme dan upaya pencegahannya, khususnya di lingkungan pondok pesantren.

"Peran ulama sangat besar sekali, karena ulama ini sehari-harinya bertemu dengan umat dan juga bertemu juga di kalangan pondok pesantren dengan para santri, sehingga ulama ini memiliki peran yang begitu besar dalam memberikan edukasi kepada masyaakat dan juga terhadap para santrinya mengenai bahayanya paham radikal terorisme," ungkap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar pada acara Silaturahmi Kebangsaan bertajuk 'Pencegahan Paham Radikal Terorisme' yang berlangsung di Pondok Pesantren Al Muayyad Mangkuyudan, Surakarta, Sabtu 29 Agustus 2020.

Baca juga: Ingin Mendapat Kemuliaan Dunia? Ingat 2 Nama Kebesaran Allah Ini 

Lebih lanjut ia mengungkapakan bahwa dengan adanya edukasi yang diberikan ulama tersebut tentunya masyarakat dan para santri dapat mewaspada adanya ajakan-ajakan yang dapat dikatakan belum tentu ajakan itu sejalan dengan nilai-nilai agama dan sejalan dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

"Dengan adanya kerja sama ini setidaknya dari ulama terutama para ustadz yang ada di kalangan pondok pesantren ini bisa terus mengingatkan kepada generasi muda dari waktu ke waktu, terutama mereka yang menjalankan pendidikan di lingkungan pondok pesantren," ujar mantan Kapolda Papua ini dalam keterangan resmi yang diterima Okezone, Senin (31/8/2020).

Dalam melakukan pertemuan tersebut, Kepala BNPT juga berkesempatan menyampaikan penanganan terorisme terkini, termasuk keberadaan warga negara Indonesia (WNI) yang terjebak di pengungsian Suriah akibat propaganda kelompok radikal tidak bertanggung jawab.

Hal itu tentunya dapat dijadikan pembelajaran bagi ulama dan santri agar tidak mudah terpengaruh terhadap bujuk rayu yang terus dilancarakan kelompok radikal terorisme, utamanya melalui sosial media.

Kepada para santri dan jajaran Ponpes Al Muayyad, Kepala BNPT kembali mengingatkan mengenai kedudukan Pancasila dalam berkehidupan serta pedoman dalam menghadapi radikalisme di dunia maya maupun secara langsung.

"Sebagai insan beragama namun melakukan kekerasan atas nama agama hal tersebut tentunya kontradiktif. Untuk itu perlu diiringi sikap dan semangat dalam menghargai perbedaan dan keberagaman. Kita sebagai bangsa Indonesia memiliki falsafah negara Pancasila dan agama yang mengakomodasi dan yang menyeimbangkan di tengah perpecahan. Dan Pancasila akan menjadi jalan tengah, penyeimbang di tengah keberagaman untuk mereduksi radikal intoleran. Itulah Pancasila sebagi standardisasi moral untuk berkehidupan bersama, hidup bermasyarakat yang aman dan damai," ujar mantan Waka Lemdiklat Polri ini.

Baca juga: Aa Gym Ungkap Rahasia Supaya Tidak Sakit Hati Dihina Orang 

Oleh karena itulah Kepala BNPT mengatakan bahwa pihaknya bersyukur bisa melanjutkan silaturahmi tersebut yang salah satunya ke Ponpes Al Muayyad. Sebab dalam silaturahmi tersebut pihaknya dapat bertemu langsung dengan unsur pimpinan Ponpes Al Muayyad. Sehingga upaya untuk mencegah agar paham paham radikalisme dan intoleransi, radikal teror di negara ini bisa diatasi bersama berkat adanya kerjasama antara unsur umaro dan ulama.

"Dan tentunya hari ini kita sangat bersyukur dapat bersilaturahmi dengan seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Al Muayyad ini. Mudah-mudahan silaturahmi ini bisa selalu menjaga ukhuwah dalam melakukan aktivitas kerja sama antara BNPT dengan kalangan pesantren," ujar mantan Kepala Divisi Humas Polri ini.

Sebab membangun kerja sama dengan pihak pondok pesantren, menurut alumni Akpol tahun 1988 ini, tentunya sebagai salah satu upaya bersama antara pemerintah dan juga ponpes untuk melindungi para generasi muda khususnya santri-santri yang nantinya akan menjadi menjadi calon pemimpin dalam meneruskan pembangunan bangsa ini.

"Karena generasi muda terutama para santri kita ini harus tetap memiliki wawasan kebangsaan, cinta kepada Tanah Air dan juga mewaspadai adanya ajakan ajakan penyebarluasan paham-paham radikal yang tidak sejalan dengan jati diri bangsa kita," ujar mantan Kapolda Banten tersebut.

Dalam melakukan silaturahmi dan dialog ke Pondok Pesantren Al Muayyad Mangkuyudan, Kepala BNPT dan rombongan disambut pengasuh ponpes Drs KH Abdul Rozaq Shofawi, KH Abdul Mu'id Ahmad, dan Drs KH M Dian Nafi MPd selaku Pengasuh Ponpes Al Muayyad Windan Sukoharjo. Ketiga pengasuh Pondok Pesantren Al Muayyad yang tidak lain merupakan kakak-beradik tersebut juga tampak didampingi para guru, staf pengajar, dan perwakilan santri.

Dalam kesempatan ini Drs KH Muhammad Dian Nafi MPd yang mewakili pihak Ponpes Al Muayyad mengungkapkan bahwa kunjungan Kepala BNPT sangat penting bagi pihaknya karena untuk kesekian kalinya bisa mendapat informasi terbaru dalam masalah radikal terorisme. Ini merupakan informasi dan hal-hal yang sangat penting untuk membekali para guru juga santri terkait bahaya paham radikal terorisme.

"Menurut saya pertemuan serupa ini penting sekali dan tentunya harus terus-menerus dilakukan, karena untuk kesekian kalinya masyakarat pesantren perlu mengukuhkan komitmen untuk menjaga kemaslahatan NKRI," ujar KH Muhammad Dian Nafi.

Baca juga: 3 Amalan yang Bisa Membuat Seseorang Wafat dalam Kebaikan 

Menurut dia, para sesepuh atau para pendahulu bangsa ini telah memberi tahu kepada bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan amal jariah dari para ulama, para pejuang, dan juga para pendiri bangsa. Maka itu sudah selayaknya seluruh warga bangsa bisa merawat dengan hal-hal yang maslahat dan hal-hal yang berguna untuk generasi penerus selanjutnya.

"Untuk itu maka kita tanamkan kedamaian, kerukunan, dan kebersamaan kepada para generasi muda kita untuk berkomitmen dalam meneruskan kebaikan di negara kita ini, yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia ini," ujar pria yang juga Wakil Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) Jawa Tengah ini mengakhiri.

Baca juga: Intip 5 Daily Outfit Supermodis ala Hijaber Dwi Handayani 

Sebelum melakukan silaturahmi ke Ponpes Al Muayyad, Kepala BNPT dan rombongan juga menyempatkan melakukan kunjungan ke Ponpes Al Quraniy Azzayadiy Surakarta yang berada di bawah pimpinan KH Abdul Karim. Dalam kesempatan tersebut pria yang akrab disapa Gus Karim ini mengungkapkan bahwa toleransi antarsuku dan agama dapat berjalan harmonis, khususnya ketika pembangunan pondok pesantrennya pada 2017.

Dengan adanya kunjungan dari BNPT tersebut tentunya menjadi motivasi tersendiri baginya untuk menyebarkan Indonesia sebagai negara yang aman dan penuh perdamaian. Apalagi suasana harmoni dan toleransi begitu terasa dalam ponpesnya.

"Kami pernah mendapatkan bantuan dari figur non-muslim dan Tionghoa yang memberikan tanahnya kepada saya untuk dibangun ponpes. Mudah-mudahan dengan kehadiran Kepala BNPT memberikan semangat bagi kami untuk ikut ciptakan Indonesia aman dari radikalisme dan terorisme," ujar Gus Karim.

Baca juga: Syekh Ali Jaber: Sabar Itu Pahit, tapi Pahalanya Manis 

Pagi harinya Kepala BNPT melakukan kunjungan ke Yayasan Gema Salam Surakarta yang dipimpin mantan narapidana terorisme Bom Bali 1 Joko Tri Harmanto alias Jack Harun. Yayasan Gema Salam merupakan wadah bagi mantan napiter di Jawa Tengah yang didukung oleh Bapas Surakarta dan Yayasan Prasasti Perdamaian (YPP) serta menjadi mitra program Deradikalisasi BNPT.

Dalam kunjungan ini Kepala BNPT beserta jajaran menyempatkan sarapan bersama di warung Soto Bang Jack milik pimpinan Yayasan Gema Salam beserta anggotanya. Meninjau langsung Yayasan Gema Salam, Kepala BNPT menilai kegiatan-kegiatan dari yayasan bermanfaat di bidang sosial-ekonomi.

"Kunjungan Kepala BNPT ini tentunya bisa menjadi support dan semangat bagi kami untuk terus menyebarkan perdamaian di Jawa Tengah dan Indonesia," ungkap Jack Harun.

Baca juga: Adab Bertamu dan Menjamu Tamu Sesuai Tuntunan Rasulullah 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini