Ini Cara Unik Calon Jamaah Haji Nunukan Obati Kerinduan ke Tanah Suci

Senin 31 Agustus 2020 20:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 31 614 2270461 ini-cara-unik-calon-jamaah-haji-nunukan-obati-kerinduan-ke-tanah-suci-sVKsGIXzjp.jpg Calon jamaah haji berpose di depan spanduk Baitullah di Kantor Kemenag Nunukan. (Foto: Kemenag)

KANTOR Kementerian Nunukan, Kalimantan Utara, memiliki cara unik untuk mengobati rasa rindu calon jamaah haji dengan Tanah Suci Makkah di Arab Saudi. Mereka memasang spanduk berukuran 3,5 x 6 meter bergambar bangunan suci Kakbah dan Masjid Nabawi. Gambar itu terpajang di salah satu ruangan di sana.

"Kita sengaja pasang untuk mengobati kerinduan calon haji dan para haji Nunukan yang rindu akan Baitullah, apalagi sejak pandemi covid-19, Pemerintah Arab Saudi menutup akses haji sejak 20 Maret 2020 dan entah sampai kapan," ungkap Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Nunukan Sayid Abdullah, Jumat 28 Agustus 2020, dikutip dari haji.kemenag.go.id.

Baca juga: Masya Allah, Penjual Siomay di Aceh Daftar Haji Pakai Uang Receh 

Dua spanduk tersebut terbukti ampuh sebagai penawar rindu akan dua kota suci umat Islam yang menjadi kebanggaan dan impian. Baru saja dipasang, sudah ada belasan calon jamaah haji yang berpose dengan gaya seakan benar-benar menunaikan ibadah rukun Islam kelima itu.

Petugas Kemenag juga tak mau tanggung-tanggung dalam menyediakan spot swafoto tersebut. Mereka sendiri yang mengatur pencahayaan, mengatur gaya peminat, dan menyediakan kain ihram.

Bahkan untuk menciptakan suasana nyata seperti berada di dua kota suci itu, Kemenag memberikan efek dan suara latar para jamaah haji yang tengah menyenandungkan kalimat talbiyah, "Labbaik Allahumma Labbaik."

Baca juga: Jamaah Haji Batal Berangkat Diminta Perdalam Manasik untuk Tahun Depan 

"Kemarin ada bapak-bapak yang mendaftarkan anaknya, dia maksa anaknya berfoto dulu di spanduk ini, katanya foto dulu sebelum bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci Makkah, haru juga suasananya," ujar Sayid.

Ia mempersilakan masyarakat umum yang hendak berfoto untuk keperluan pra-pernikahan datang ke Kantor Kemenag Nunukan. Petugas akan dengan senang hati dan sukarela mengatur pencahayaan agar suasana benar-benar tampak nyata.

Terobosan yang dilakukan di masa pandemi virus corona (covid-19) ini menjadi inovasi kesekian kali yang dilakukan Kemenag Nunukan. Sebelumnya mereka menjadwalkan bimbingan manasik haji virtual yang diikuti dua negara yakni Indonesia dan Malaysia, serta melakukan kerja sama dengan perbankan sehingga administrasi haji cukup selesai di Kemenag.

Baca juga: Cerita WNI Berhaji di Masa Pandemi: Gratis, Dilayani Bagaikan Raja 

Data Kemenag Nunukan mencatatkan daftar tunggu haji untuk wilayah perbatasan ini mencapai 31 tahun yang akan selesai pada 2051. Tercatat 3.438 calon jamaah haji yang sudah mendaftarkan diri, sementara kuota Nunukan hanya sekira 113 orang.

"Untuk itu kita adakan program lets go haji dengan sasaran pemuda rentang usia termuda 12 tahun, kalau usia 12 tahun dia mendaftar, dia bisa naik haji di usia 43 tahun, sementara kalau usia 40 baru mendaftar, dia akan berangkat haji di usia 71 tahun, meski peminatnya jarang karena paling yang mendaftarkan anaknya kalangan mampu saja, tapi ini adalah salah satu solusi," paparnya.

Baca juga: Melihat Perbedaan Idul Adha di India, Hewan Kurban Lebih Banyak Kambing 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini