Muhammadiyah Kecam Pembakaran Alquran di Swedia dan Norwegia

Rabu 02 September 2020 19:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 02 614 2271678 muhammadiyah-kecam-pembakaran-alquran-di-swedia-dan-norwegia-xMVcO1B0Y4.JPG Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir (Foto: Suara Muhammadiyah)

AKSI demonstrasi antimuslim berujung kerusuhan dan pembakaran kitab suci Alquran terjadi di Swedia dan Norwegia akhir pekan lalu. Aksi ini disinyalir akibat meningkatnya sentimen anti-imigran asal Timur Tengah.

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengecam keras tindakan pembakaran Alquran dan penghinaan kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam yang dilakukan kelompok orang yang menamakan diri Stop Islamization of Norway (SIAN) di dekat parlemen Norwegia pada Sabtu 29 Agustus 2020 lalu.

“Aksi demonstrasi anti-Islam di Norwegia yang berakhir ricuh itu menunjukkan sikap Islamofobia yang sangat buruk di era modern yang semestinya menjunjung tinggi perbedaan agama, ras, suku bangsa, dan golongan apapun,” ungkap Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dikutip dari laman Suara Muhammadiyah, Rabu (2/9/2020).

Hal ini kata dia terlihat ironi. Terlebih aksi tersebut dilakukan di negara yang dikenal paling toleran. Apalagi, Swedia merupakan negara asal Alfred Nobel yang memberikan penghargaan kepada pihak yang berkontribusi menjaga perdamaian.

Baca juga: Kemenag Siapkan Bimbingan Perkawinan Selama Pandemi Covid-19

Haedar menambahkan, Muhammadiyah menghargai negara-negara Islam dan pihak lain yang menyampaikan protes atas tindakan anarkis tersebut. “Meski begitu, Muhammadiyah mengimbau agar umat muslim tidak terpancing dan menjunjung tinggi perdamaian,” terangnya.

Ia mengimbau dan mengajak umat muslim seluruh dunia, khususnya di Indonesia agar tetap tenang dan dewasa dalam menyikapi peristiwa di Norwegia itu secara damai, proporsional, dan elegan.

"Seraya menghindari reaksi berlebihan dan tindakan yang tidak mencerminkan karakter Islam yang menjunjung tinggi perdamaian dan misi rahmatan lil alamin," tuntasnya.

Sebelumnya, aksi pembakaran Alquran yang dilakukan aktivis Swedia pada Jumat 28 Agustus 2020 malam telah memicu protes dari warga muslim di Malmo, menimbulkan kerusuhan dan bentrokan antara pihak keamanan dengan demonstran.

Aksi peninstaan Alquran juga terjadi di sebuah protes anti-Islam di Ibu Kota Norwegia, Oslo pada Sabtu keesokan harinya, di mana pengunjuk rasa merobek dan meludahi kitab suci umat Islam tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini