Menag Ingatkan Milenial Kedepankan Akhlak Baik Hadapi Zaman

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 19:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 614 2316895 menag-ingatkan-milenial-kedepankan-akhlak-baik-hadapi-zaman-MLYAkNBjKr.jpg Menteri Agama Fachrul Razi saat menghadiri secara online wisuda akbar. (Foto: Tangkapan Layar)

JAKARTA- Diera revolusi industri 4.0 saat ini bukan hanya mengedepankan teknologi informasi saja. Tetapi juga sangat dibutuhkan akhlak dan kepribadian yang baik.

Kepribadian yang baik terutama ditanamkan kepada para generasi muda. Ini mengingat para milenial menjadi harapan masa depan bangsa.

Baca Juga: Meski Tunanetra, Bocah 9 Tahun Ini Mampu Menghafal 5 Juz Al-Quran

"Jagalah kepribadian, perilaku dan akhlak yang baik di masa saat ini. Perilaku baik dan menjadi teladan di tengah masyarakat. Kalian harus sukses menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an dan sukses di masa depan kelak,” ujar Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi saat menghadiri secara online Wisuda Akbar Beasiswa Tahfidz Muamalat sebagai bentuk apresiasi kepada para santri penghafal Al-Qurán yang dibina Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitulmaal Muamalat (BMM), Kamis (26/11/2020).

Baca Juga: Surah Al-Falaq Ringkas Namun Begitu Dalam Maknanya

Menag menambahkan, tidak ada pilihan lain bagi bangsa ini untuk menanamkan kebaikan dan akhlak yang baik mengingat perkembangan zaman ke depan akan semakin banyak tantangan.

Beasiswa ini merupakan salah satu program unggulan BMM yang bergerak di bidang pendidikan dan dakwah bertujuan membantu masyarakat tidak mampu untuk menggapai cita-cita menjadi hafidz-hafidzah 30 Juz Al-Quran.

Ketua Dewan Pembina Yayasan BMM Achmad K. Permana mengatakan, program ini merupakan wujud kontribusi membantu menciptakan penghapal Al-Quran yang berkualitas.

"BMM merupakan lembaga independen pengelola zakat yang sangat membanggakan dengan adanya program Beasiswa Tahfidz Muamalat. Program ini merupakan bentuk nyata tanggung jawab BMM dan Bank Muamalat kepada para santri dari kalangan tidak mampu agar semakin tekun menghafal Al-Qur’an," bebernya.

Baca Juga:

Direktur Eksekutif BMM Novi Wardi disaksikan sejumlah pengurus pondok pesantren Syekh Muhammad Jaber mengatakan, selama satu tahun program ini telah mencetak 549 penghafal Al-Quran yang diharapkan dapat menjadi pemimpin masa depan yang berlandaskan Al-Quran dan As-Sunnah.

"Tentunya program ini tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya para muzaki yang mengamanahkan zakatnya melalui BMM," kata dia. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini