Ilmu Bermanfaat Tidak Selalu Diukur dari Banyaknya Pengikut

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Minggu 29 November 2020 04:50 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 28 330 2317950 ilmu-bermanfaat-tidak-selalu-diukur-dari-banyaknya-pengikut-KWDoGVqocG.jpg Mengajarkan ilmu agama sedari dini kepada anak-anak. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Bagaimana mengukur Anda berilmu dan ilmu itu bermanfaat. Apakah orang yang berilmu diukur dari banyaknya orang yang mengikutinya?

Ustaz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny, MA dalam nasihatnya dikutip pada Ahad (29/11/2020) menjelaskan ilmu yang bermanfaat, adalah:

Baca Juga: Agar Nikmat Hidup Bertetangga, Cintailah Tetangga

Ilmu yang diamalkan oleh pemiliknya, sehingga keadaannya berubah menjadi lebih baik. Semakin banyak ilmunya yang diamalkan, semakin banyak pula ilmunya yang bermanfaat. Sehingga bukanlah syarat bermanfaatnya ilmu seseorang; dia harus diikuti oleh banyak orang .

Oleh karenanya, ada seorang Nabi yang tanpa pengikut sama sekali, dan itu bukan berarti ilmu Nabi tersebut tidak bermanfaat.

Baca Juga: Sebelum Bilal bin Rabah Masuk Surga, Gesekkan Sandalnya pun Sudah Terdengar

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) pernah bersabda:

"Telah diperlihatkan kepadaku umat-umat, maka ada seorang Nabi dan yang ikut bersamanya satu kelompok kecil, ada seorang Nabi dan yang ikut bersamanya (hanya) satu dua orang, dan ada juga seorang Nabi (tapi) tidak bersamanya seorang pengikutpun".(HR. Bukhari- Muslim)

Intinya, janganlah risau jika hanya ada sedikit orang yang mendengar Anda, tetaplah berpegang teguh dengan kebenaran dan terapkanlah dalam hidup Anda. Dengan begitu ilmu Anda menjadi bermanfaat.

Dari sini kita juga bisa memahami, bahwa manfaatnya ilmu seseorang bisa untuk dirinya sendiri, dan bisa juga untuk orang lain.

Wallahu a'lam. (Uck)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini