Mengenal Lebih Dekat Habib Luthfi, Penasihat Menag

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Minggu 20 Desember 2020 12:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 18 614 2330319 mengenal-lebih-dekat-habib-luthfi-penasihat-menag-AMEjhqawK7.jpg Habib Luthfi bin Yahya penasihat Menag. (Foto:Okezone/Ist)

JAKARTA - Menteri Agama Fachrul Razi menjadikan Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya sebagai penasihat dalam pelaksanaan tugasnya memimpin Kementerian Agama. Habib Lutfi merupakan salah tokoh sekaligus ulama besar di Indonesia.

Staf Khusus Menteri Agama Kevin Haikal mengatakan Menag telah meminta dan menjadikan Habib Luthfi sebagai penasihat guna memberi masukan strategis dalam memimpin Kementerian Agama.

Baca Juga: Tak Hanya Manusia, Hewan Juga Dibangkitkan Saat Hari Kiamat

Jaringan Habaib di Pulau Jawa Abad 20 (Studi Integrasi Islam dan Budaya Lokal dalam Bingkai Islam Nusantara oleh Agus Permana, Ading Kusdiana, H Mawardi, terbitan Bahasa & Sastra Arab Fakultas Adab dan Humaniora UIN Bandung, Jumat (18/12/2020).

Habib Luthfi bin Ali bin Yahya Pekalongan Al-Habib Luthfi lahir di Pekalongan 10 November 1946. Bin Yahya mengisyaratkan salah satu marga (fam) keturunan Arab yang berasal dari Hadramaut Yaman, keturunan Rasulullah SAW.

Baca Juga: Doa Setelah Asar di Hari Jumat Mustajab, Ustaz Khalid Basalamah: Agar Nikmat Allah SWT Dipertahankan

Ayahnya bernama Habib Ali bin Hasyim" bin Umar bin Thoha bin Hasan bin Thoha. Thoha pertama adalah penyusun "Ratib al-Kubro", dimakamkan di Ciledug Cirebon Jawa Barat. Sedangkan Thoha kedua di Penang Malaysia.

Setelah memperoleh pendidikan langsung dari kedua orangtuanya, pada usia 12 tahun Luthfi kecil mulai mengembara mencari ilmu. Pada usia tersebut, Habib Luthfi ikut pamanya, Habib Muhammad di Indramayu Jawa Barat. Sejak itu dia keluar masuk pesantren. Tak lama nyantri di Bondokerep Cirebon, Habib Luthfi mendapatkan beasiswa belajar ke Hadramaut, Yaman.

Tiga tahun di sana, Habib Luthfi kembali ke Tanah Air nyantri lagi ke sejumlah pesantren, yaitu pesantren Kliwet Indaramayu, Tegal (Kyai Said), Purwokerto (Kyai Muhammad Abdul Malik bin Muhammad Ilyas bin Ali).

Habib Luthfi juga pernah berguru kepada seorang ulama besar asal Lasem Rembang, Kyai atau Mbah Ma'shum. Selanjutnya pada usia remaja Habib Luthfi dinikahkan dengan seorang gadis yang masih tergolong kerabat (satu fam), yaitu Syarifah Salma binti Hasyim Hasyim. Habib Hasyim adalah perintis dakwah serta pendidik pesantren dan madrasah diniyah pertama di Kota Pekalongan.

Dari pernikahan itu lahir dua orang anak laki-laki dan tiga perempuan, yaitu Syarif Muhammad Bahauddin, Syarifah Zaenab, Syarifah Fathimah, Syarifah Ummi Hanik dan Syarif Husain.

Adapun riwayat pendidikan dan karir organisasi Habib Luthfi yaitu:

1. Pondok Pesantren Bondokerep Cirebon Jawa Barat

2. Hadramaut, Yaman

3. Pondok Pesantren Kliwet Indramayu Jawa Barat

4. Pondok Pesantren Attuhidiyyah Tegal (KH. Said bin Syekh Armia)

5. Belajar kepada Kyai Muhammad Abdul Malik bin Muhammad Ilyas bin Ali di Purwokerto

Adapun karier Organisasi :

1. Rais Am Jami'iyyah Ahlith al-Thariqah al-Mu'tabaroh al-Nandliyah 2005-2010 (periode kedua). 2. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah 2005-2010

2. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Pekalongan 2005-2010

3. Paguyuban Antar Umat Beriman (Panutan) Kota Pekalongan.

Habib luthfi dikenal dengan semua kalangan, meski secara nasab ia keturunan Nabi Muhammad, tak pernah sedikitpun ada rasa sombong, meremehkan orang lain, termasuk non Arab (1 ajam), selain didikan keluarga, sejumlah kyai yang pernah menjadi gurunya turut andil besar dalam mencetak kepribadiannya. Abahnya Habib Ali juga pernah nyantri pada Mbah Soleh Darat Semarang.

Tidak mengherankan jika dalam kehidupan sehari-hari Abah (Panggilan untuk Habib Luthfi) selalu menggunakan bahasa Jawa, bukan bahasa Indonesia apalagi Arab, baik kepada kepada santri maupun tamu yang dikenalnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini