Hari Ibu, Kisah Nabi Muhammad SAW Larang Jahimah Berperang

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Selasa 22 Desember 2020 08:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 21 614 2331667 hari-ibu-kisah-nabi-muhammad-saw-larang-jahimah-berperang-uVf0n9X5gk.jpg Ibu adalah segalanya, maka berbaktilah kepada orangtua terutama kepada ibu. (Foto:Okezone/Dok)

JAKARTA – Hari ini adalah bertepatan dengan Hari Ibu. Nabi Muhammad SAW meninggalkan banyak petunjuk mengenai kemuliaan sosok ibu.

Suatu hari ada seorang yang bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, "Wahai Rasulullah! Siapakah yang lebih berhak diperlakukan dengan kasih sayang paling baik dariku?"

Baca Juga: Klasifikasi Usia Agar Selalu Berbuat Soleh Sebelum Ajal Tiba

Nabi bersabda, "Ibumu."

la bertanya, "Siapakah selanjutnya?"

Nabi bersabda, "Ibumu."

Lelaki itu menanyakan lebih lanjut, "Siapakah berikutnya?" Nabi bersabda, "Ibumu."

Lelaki itu menanyakan untuk keempat kali, "Siapakah kemudian?" Nabi bersabda, "Bapakmu."'xx

Sabda tadi didukung narasi dari Mu'awiyah ibn Jahimah yang men-ceritakan ayahnya (Jahimah) mendatangi Nabi dan bertanya, "Wahai Rasulullah, aku ingin berjihad, dan aku meminta pendapatmu."

Baca Juga: MUI: Jika Ada yang Langgar Prokes Malam Tahun Baru Segera Tindak

Nabi bersabda, "Apakah kamu masih mempunyai ibu?" Jahimah mengiyakan. "Kalau begitu, tinggallah bersamanya," sabda Nabi, "karena surga berada di bawah telapaknya."'

Dikutip dari buku Serumpun bunga dari Rasulullah SAW karya Ronny Astrada terbitan Quanta, Selasa (22/12/2020), bahkan untuk berjihad—sebuah ikhtiar agung dalam Islam—seorang anak sebaiknya mendapatkan izin ibunya.

Makna surga itu berada di bawah telapak [kaki ibu] adalah bahwa berkhidmat mengabdi dan melayani ibu ("di bawah telapaknya") setara imbalannya dengan berjihad.

Ini analogi dengan makna dalam sabda Nabi, "Ketahuilah, surga itu berada di bawah bayang-bayang pedang (jihad).”

Bukan berarti surga memang berlokasi di bawah bayang-bayang pedang, namun mengangkat pedang (berjihad), balasannya surga.

Dengan demikian, ibu adalah pintu menuju surga, baik dengan mengangkat pedang (lewat izinnya untuk pergi), maupun dengan melayaninya (bila tidak diizinkan pergi).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini