Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mau Meraskan Manisnya Iman, Cintai Saudaramu dengan Tulus

Vitrianda Hilba Siregar , Jurnalis-Kamis, 24 Desember 2020 |18:00 WIB
Mau Meraskan Manisnya Iman, Cintai Saudaramu dengan Tulus
Cintailah saudaramu karena Allah Subhana Wata'ala (SWT). (Foto:SINDOnews)
A
A
A

JAKARTA- Begitu banyak nikmat Allah Subhanahu wa ta’ala (SWT) yang diberikan kepada hamba-Nya. Tak satupun orang mampu menghitung nikmat-nikmat yang sudah Allah SWT berikan.

Seperti firman Allah SWT:

“Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak akan mampu menghitungnya.” (Ibrahim: 34)

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah telah menyebutkan beberapa macam nikmat Allah subhanahu wa ta’alayang Dia berikan kepada para hamba-Nya, yaitu: nikmat yang telah didapatkan dan telah diakui oleh hamba-Nya; nikmat yang dinantikan dan diharapkan oleh hamba-Nya; dan nikmat yang telah didapatkan, tetapi dia tidak merasakannya.

Baca Juga: Haji Adam Malik, Anak Madrasah yang Mampu Torehkan Sejarah Gemilang

Ustaz Abdurrahman Mubarak dalam pesannya di Hijrah App dikutip pada Kamis (24/12/2020) menyebutkan; jika Allah subhanahu wa ta’ala hendak menyempurnakan nikmat-Nya kepada seorang hamba, Dia akan membimbing hamba tersebut untuk mengakui nikmat yang telah diperolehnya, dan memberinya taufik untuk mensyukurinya. (al-Fawaid 169)

Salah satu di antara sekian banyak nikmat yang telah Allah subhanahu wa ta’ala berikan adalah disatukannya hati kita di atas agama Islam, yang menjadikan saling bersaudara karena-Nya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Baca Juga: Ini 5 Pesan Perlu Diingat dalam Menasihati Wanita

“Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.” (Ali Imran: 103)

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Dan Dia (Allah) yang mempersatukan hati mereka (orang yang beriman). Walaupun kamu menginfakkansemua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (al-Anfal: 63)

Persahabatan yang dijalani karena Allah subhanahu wa ta’ala akan mendatangkan sekian banyak keutamaan bagi seorang muslim, di antaranya adalah:

Persahabatan yang dibangun karena Allah dan di jalan Allah, adalah ikatan iman yang terkuat.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Cinta karena Allah dan benci karena Allah adalah ikatan iman yang paling kuat.” (HR. ath-Thabarani, dinyatakan “hasan” oleh Syaikh al-Albani dalam ash-Shahihah, no. 998)

Orang yang saling mencintai karena Allah subhanahu wa ta’ala akan mendapatkan naungan di Hari Kiamat.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyatakan:

“Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan, pada hari yang tidak ada satu pun naungan kecuali naungan-Nya azza wa jalla: 

(1) pemimpin yang adil; (2) pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah; (3) seseorang yang hatinya senantiasa terikat dengan masjid; (4) dua orang yang saling mencintai karena Allah, mereka bersatu dan berpisah karena-Nya; (5) seseorang yang diajak berzina oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan, namun ia justru berkata, ‘Aku takut kepada Allah.’; (6) seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya; serta (7) seseorang yang berzikir kepada Allah sendirian hingga meneteskan air mata.” (HR. al-Bukhari no. 660 dan Muslim no. 1031)

Allah subhanahu wa ta’ala mencintai orang-orang yang saling mencintai karena-Nya. Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam berkata:

“Dahulu ada seorang lelaki yang ingin mengunjungi saudaranya di suatu negeri. Allah subhanahu wa ta’ala pun mengutus seorang malaikat di belakangnya. Ketika malaikat ini mendatangi orang tersebut, ia bertanya, ‘Engkau hendak menuju ke mana?’ Orang tersebut menjawab, ‘Aku ingin mengunjungi saudaraku.’

Malaikat itu kembali bertanya, ‘Apakah engkau hendak melunasi tanggunganmu?’ Dia menjawab, ‘Tidak. Hanya saja aku mencintainya karena Allah subhanahu wa ta’ala.’

Malaikat itu pun berkata, ‘Aku adalah malaikat yang diutus oleh Allah subhanahu wa ta’ala kepadamu. Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala telah mencintaimu, sebagaimana engkau telah mencintai saudaramu karena-Nya.’” (HR. Muslim no. 2567)

Jadi cinta karena Allah subhanahu wa ta’ala adalah sebab seorang hamba bisa merasakan manisnya iman.

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Barang siapa ingin merasakan nikmatnya iman, hendaknya ia tidak mencintai seorang pun kecuali karena Allah.” (HR. Ahmad, dinyatakan “hasan” oleh Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’, no. 6164) 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitrianda Hilba Siregar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement