Jelang Tahun 2021, Kapan Momen Muhasabah yang Tepat?

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Kamis 31 Desember 2020 04:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 30 614 2336529 jelang-tahun-2021-kapan-momen-muhasabah-yang-tepat-qt4vqDpt4O.jpg Muhasabah dapat dilakukan kapan saja, tidak perlu menunggu tahun baru. (Foto:Freepix)

JAKARTA- Banyak yang bilang tahun baru bisa menjadi momen muhasabah tahun baru, apa memang demikian? Perlu digarisbawahi bahwa muhasabah itu penting namun tidak selalu menunggu momentum tertentu, seperti rutinan tahunan.

Setiap saatpun jika perlu tekankan agar melakukan muhasabah, intstropekai diri, menghitung diri atau mengidentifikasi diri untuk mengevaluasi mana yang perlu diperbaiki dan ditambah dalam konteks ibadah dan mencari ridha Allah SWT.

Baca Juga: Ini Keutamaan Surat Al-Quraisy walau Hanya 4 Ayat

Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustaz Ainul Yaqin dalam pesannya diterima pada Kamis (31/12/2020) menyebutkan: 

Dari Syadad bin Aus r.a, dari Rasulullah SAW, bahwa beliau berkata, “Orang yang pandai adalah yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah yang dirinya mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT” (HR. Imam Turmudzi)

Baca Juga: Nabi Adam Sempat Mendebat Malaikat Saat Akan Dicabut Ruhnya

Muhasabah berasal dari kata hasiba yahsabu hisaban. Maka secara etimologis makna kata tersebut adalah melakukan perhitungan-perhitungan. Secara terminologi syari, makna muhasabah bermakna rangkaian upaya dalam melakukan evaluasi terhadap diri sendiri dalam melihat kebaikan dan keburukan diri serta aspek keseluruhannya.

Mengevaluasi diri, mengintrospeksi diri dalam konteka hubungan hamba dengan Allah (habluminallah), beserta konteks sosial hubungan manusia dengan sesama manusia (habluminannas) dan tentunya hubungan manusia dengan dirinya sendiri (habluminannafsi)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS.Al-Hasyr :18).

Konteks keduanya antara tahun baru dan muhasabah diri bisa dijadikan sebagai sebuah refleksi diri dalam rangka mengisi momentum atau peristiwa yang awalnya kurang bermanfaat, seperti peringatan tahun baru ala jahiliah dengan momentum muhasabah diri ditempat atau majelis yang penuh berkah, insya Allah lebih berfaedah dan berkah. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini