Dinasihati Malah Ngeyel, Ciri Khas Manusia Sombong?

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Rabu 13 Januari 2021 04:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 12 330 2343134 dinasihati-malah-ngeyel-ciri-khas-manusia-sombong-U4pC1VQT3P.jpg Bersikaplah tawadhu merendahkan hati saat menerima nasihat kebaikan dari siapaun juga. (Foto:Freepix)

JAKARTA- Sombong saat dinasihati adalah salah satu sifat buruk manusia dan hal itu harus diakui.Bahkan ada orang yang dinasehati kemudian malah marah-marah. Ada juga orang yang diinginkan kebaikan malah marah-marah.

"Pernah melihat orang yang ditunjukkan kepadanya jalan yang lurus malah menyombongkan diri dan menentang-nentang memilih jalan yang dimurkai Allah Ta’ala," sebut Ulama Masjid Imam Syafi’i, Banjarmasin, Ustaz Ahmad Zainuddin dikutip dari HijrahApp pada Selasa (12/1/2021). 

Allah Ta’ala Berfirman:

“Dan jika dikatakan kepadanya “Takutlah Kepada Allah”, timbullah rasa sombong dengan (melakukan) dosa, maka cukuplah tempat yang paling pantas adalah neraka Jahannam dan sungguh ia seburuk-buruk tempat berdiam.” (QS. Al Baqarah: 206).

Baca Juga: Kesalahaan Saat Mengejar Rezeki yang Patut Diketahui

Imam Ibnu Katsoir rahimahullah menyatakan dalam tafsiran ayat ini:

“Maksudnya adalah jika diberi nasehat orang Fajir (banyak dosa) ini tentang perbuatan dan perkataannya, dan dia katakan kepadanya: “Takutlah kepada Allah (atas dosamu)”, dan tinggalkanlah ucapan dan perbuatanmu, kembalilah kepada kebenaran, maka ia menahan diri dan enggan untuk menerima dan timbul dari dirinya rasa fanatik dan murka dengan dosanya, maksudnya adalah disebabkan apa yang ia kerjakan dari dosanya.” Lihat Tafsir Ibnu Katsir pada ayat ini.

Baca Juga: Begini Nasib Ruh Manusia yang Berbuat Kesyiriakan, Dikisahkan dalam Surat Al-Hajj

Oleh karenanya, kata dia, terimalah nasihat dari seseorang yang menasihatimu. Bahkan terimalah nasehat, walau itu dari anakmu, terimalah nasehat, walau itu dari adikmu, terimalah nasehat, walau itu dari muridmu, terimalah nasehat, walau itu dari pembantumu.

Begitu pula, Terimalah nasehat, walau itu dari istrimu, terimalah nasehat, walau itu dari seorang yang lebih bodoh darimu.

Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda kepada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ketika Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menerima amalan ayat Kursi dibaca sebelum tidur:

“Adapun sesungguhnya ia telah berkata benar kepadamu dan ia adalah tukang dusta, apakah kamu mengetahui siapakah yang kamu bicarai selama tiga hari ini, wahai Abu Hurairah?”, beliau menjawab: “Tidak”, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ia adalah Syaithan (Iblis).” (HR. Bukhari).

Wahai saudaraku, menerima nasihat adalah tanda kebersihan hati dan keimanan. Maka menerima nasihat adalah kewajiban bagi setiap orang beriman.

Artinya: “Hikmah adalah sesuatu yang hilang dari seorang beriman, dimanapun ia mendapatkannya maka ia adalah paling berhak mengambilnya.” (HR. Tirmidzi). 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini