13 Daftar Pengingat Saat Evaluasi Diri yang Perlu Dilakukan Umat Muslim

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Rabu 13 Januari 2021 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 13 330 2343685 13-daftar-pengingat-saat-evaluasi-diri-yang-perlu-dilakukan-umat-muslim-gPBCy5ue7S.jpg Mengevaluasi diri cara terbaik untuk mengetahui sudah sejauh mana kita beramal soleh. (Foto:Freepix)

JAKARTA - Mengoreksi diri sendiri adalah hal yang penting dibanding berghibah, membicarakan keburukan orang lain.

Ustaz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny, MA menuliskan pesan koreksi diri penuh makna mendalam. Pesan ini bisa menjadi daftar pengingat dalam mengevaluasi diri. Seperti dikutip pada Rabu (13/1/2021) dari perpesan grup kajian, berikut daftarnya:

1. Aku mulai lupa dengan bacaan dzikir pagi dan sore, karena telah lama aku tidak membacanya.

2. Sholat sunah "rawatib" (yang dilakukan sebelum dan sesudah shalat wajib) telah kuabaikan, tidak tersisa kecuali shalat sunat fajar, itu pun tidak setiap hari.

3.Tidak ada lagi bacaan Al-Quran secara rutin, tidak ada lagi malam yang dihidupkan dengan shalat, dan tidak ada lagi siang yang dihiasi dengan puasa.

Baca Juga: Dinasihati Malah Ngeyel, Ciri Khas Manusia Sombong?

4. Sedekah, seringkali dihentikan oleh kebakhilan, keraguan, dan kecurigaan berdalih dengan sikap hati-hati, harus ada cadangan uang, dan puluhan bisikan setan lainnya.

5. Jika pun sedekah itu keluar dari saku, nominalnya sedikit dan setelah ditunda-tunda.

6. Satu dua hari, atau bahkan sepekan berlalu, tanpa ada kegiatan membaca kitab yang sungguh-sungguh.

Baca Juga: Mencari Rezeki Itu Ibadah, Tapi Jangan Lalaikan Sholat Tepat Waktu saat Jam Kerja

7. Seringkali sebuah majelis berakhir dan orang-orangnya bubar, mereka telah makan sepenuh perut dan tertawa sepenuh mulut, bahkan mungkin mereka telah makan daging bangkai si A dan si B, serta saling tukar info tentang harga barang dan mobil.

8. Tapi, mereka tidak saling mengingatkan tentang satu ayat, atau hadis, atau faedah ilmu, atau bahkan doa kaffarotul majlis.

9. Inilah fenomena zuhud dalam sunnah, berluas-luasan dalam perkara mubah, dan menyepelekan hal yang diharamkan.

10. Sholat dhuha dan witir sekali dalam sepekan.

11. Berangkat awal waktu untuk Jumatan dan shalat jamaah; jarang sekali, bahkan hampir tidak pernah.

12. Berlebihan dalam makanan, pakaian, dan kendaraan tanpa rasa syukur.

13. Musik selingan dalam tayangan berita dan tayangan dokumenter menjadi hal yang biasa.

Orang seperti ini apa mungkin memberikan pengaruh di masyarakatnya, sedang pada diri dan keluarganya saja tidak.

Orang seperti ini, apa pantas disebut pembawa perubahan, ataukah yang terbawa arus lingkungan?

Maka, hendaknya kita koreksi diri masing-masing. semoga Allah mengampuni keteledoran kita selama ini.

Sebagian ulama mengatakan:

"Tidaklah kepercayaan masyarakat terhadap sebagian penuntut ilmu menjadi goncang, melainkan saat melihat mereka di shaff terakhir melengkapi rokaat sholatnya yang tertinggal".

Semoga Allah merahmati orang yang mengingatkan kita dengan pesan ini. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini