Jangan Sembarangan Berdakwah, Ustaz Raehanul: Dibutuhkan Amar Makruf Nahi Mungkar

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Selasa 02 Februari 2021 12:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 02 330 2355022 jangan-sembarangan-berdakwah-ustaz-raehanul-dibutuhkan-amar-makruf-nahi-mungkar-8bjv8ecu4F.jpg Berdakwah bukan hanya untuk menyenangkan sekelompok jamaah saja. (Foto:Freepik)

JAKARTA- Inti tujuan dakwah adalah bagaimana menyampaikan kebenaran. Menyampaikan Al-Quran dan sunnah dengan pemahaman salafus shalih.

Jadi tujuan dakwah itu bukan semata-mata agar manusia menjadi senang kemudian mereka mengikuti dakwah.

Tentu sangat baik kebenaran disampaikan ban banyak manusia yang ikut. Namun semoga kita tidak ikut-ikutan juga model dakwah.

Baca Juga: Mengapa Muslimin Perlu Melakukan Tadabbur Al-Qur'an dan Bagaimana Caranya?

“Hanya menyampaikan yang amal ma’ruf tapi meninggalkan  nahi mungkar”

Lebih baik menyampaikan yang ma’ruf saja seperti indahnya Islam saja, sunnah saja, kemudahan-kemudahan dan rukhshah syariat.

Ustaz Raehanul Bahraen menyebutkan apabila kita dakwah nahi mungkar dan menjelaskan kesalahan yang terjadi yang dilakukan banyak manusia, manusia akan lari. Akhirnya “dakwah nahi mungkar” ditinggalkan total.

Jika dakwah disampaikan tentang, syirik, maksiat yang dianggap biasa seperti riba, jilbab tabarruj, safar tanpa mahram maka manusia akan lari.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Menurutnya, katakanlah yang benar, walaupun pahit. Kita sampaikan nahi mungkar akan tetapi tentu dengan lembut dan hikmah sesuai tempat, sesuai keadaan dan sesuai kondisi yang didakwahi.

"Memilih kata yang baik jika itu sensitif. Memilih kata dari hati yang ikhlas karena akan masuk ke hati juga,"sebutnya

Dikuti dari laman muslimafiyah pada Selasa (1/2/2021) disebutkan, maka sampaikanlah jangan kita tinggalkan sama sekali nahi mungkar. Jika ada yang menolak, maka doakan mereka agar mendapatkan hidayah, janganlah mereka dicela atau disindir. Mengapa? Karena tugas kita hanya menyampaikan saja. Adapun hidayah taufik itu hanya milik Allah Ta'ala.

Terkadang bukan dakwahnya yang keras, tapi hati yang belum siap menerima kebenaran qalaupun dakwah itu selembut kapas. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya