Berkat Belajar Halal-Haram Produk Makanan, Bob Memutuskan Mualaf

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Kamis 11 Februari 2021 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 330 2360561 berkat-belajar-halal-haram-produk-makanan-bob-memutuskan-mualaf-9wojnoa7KP.jpg Imam Besar Masjid New York, Imam Shamsi Ali. (Foto: Youtube)

JAKARTA-  Pendeta Yahudi menjadi mualaf setelah berdiskusi panjang soal makanan dan minuman halal dan haram dalam perspektif Islam.

Pendeta Yahudi atau Rabi di New York, Amerika Serikat ini bernama Bob. Setelah mendapat hidayah Allah Ta'ala akhirnya Bob memeluk Islam.

Kisah ini diceritakan Imam besar Masjid New York, Imam Shamsi Ali melalui Channel Youtube Imam Shamsi Ali dikutip pada Kamis (12/2/2021). Dalam tayangan itu, Imam Shamsi Ali bercerita dengan latar belakang salju yang menebal karena di Amerika Serikat memang sedang musim dingin.

Baca Juga: Bukan Mahram Alasan Khabib Nurmagomedov Tolak Jabat Tangan Petarung Wanita MMA

Imam Shamsi Ali mengisahkan, Bob adalah Pendeta Yahudi yang tinggal di New York, AS. Namun meski sebagai pendeta, Bob tidak bertugas di rumah ibadah Yahudi yakni Sinagog.

Bob, kata Imam Shamsi Ali, saat masih menjadi pendeta Yahudi mempunyai tugas mengawasi produk makanan dan minuman di toko-tokoh milik komunitas Yahudi.

Bob ditugaskan untuk mengawasi apakah produk makanan dan minuman sudah sesuai dengan aturan Yahudi atau disebut dengan istilah kosher.

Dalam ajaran Yahudi standar kosher maka seorang Yahudi dilarang memakan makanan berbahan baku campuran daging dan susu. "Atau memakan daging dan meminum susu dalam waktu bersamaan," kata Imam Shamsi Ali.

Yahudi sangat melarang keras terkait hal itu. Maka disitulah tugas Bob untuk mengawasi produk - produk makanan dan minuman di toko-toko Yahudi di New York.

Baca Juga: Suara Khas Nourin Mohamed Siddiq Membaca Al-Qur'an Bergaya Afrika Banyak Dirindukan

Dalam suatu kesempatan, lanjut Imam Shamsi Ali, Bob menghadiri kelas kajian pelajaran agama Islam yang dibimbingnya.

Maka terjadilah dialog serius Bob dengan Imam Shamsi Ali soal halal haram dalam perspektif Islam.

"Sama sekali saya tidak tahu saat itu kalau Bob seorang Rabi Pendeta Yahudi yang bertugas mengawasi makanan, kosher, di toko-toko Yahudi. Maka saat itu saat Bob bertanya soal makanan dan minuman halam haram, saya jelaskan dengan menggunakan dalil-dalil dalam Alquran dan Sunah," bebernya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Diskusi dan belajar soal ini pun ternyata dilakoni terus hingga 3 bulan lamanya. Dalam diskusi dan belajar itu juga disinggung memakan babi dan meminum alkohol dalam Islam sangat dilarang.

Sementara dalam aturan kosher Yahudi bahwa minum alkohol dapat dihukumi haram bila alkohol yang diminum adalah jenis dari yang belum diberkahi oleh para pendeta Yahudi.

"Namun bisa menjadi boleh meminum alkohol kalau sudah diberkahi oleh pendeta kendati pun alkohol tersebut memabukan," ucap Imam Shamsi Ali.

Baca Juga: Nia Ramadhani Sebut Tuhan dengan Kata 'Loe', Ustaz Ainul Yakin Sarankan Istighfar

Berjalannya waktu dan mendengarkan semua penjelasan Imam Shamsi Ali, termasuk mempelajari tentang makanan-makanan halal dan haram serta prosesnya sesuai aturan Islam, maka dari situ Bob mulai mendapati keistimewaan ajaran Islam.

"Ajaran Islam sesuai dengan yang diajarkan Taurat bahkan jauh lebih sempurna. Dari situ ia sangat tertarik mempelajari Islam lebih dalam lagi," kata dia.

Akhirnya Bob memperdalam materi kajian Islam hingga tiga bulan lamanya. Dan Alhamdullilah setelah itu Bob mengucapkan dua kalimat bersyahadat dan memeluk Islam.

Lantas setelah memeluk Islam, Bob pun meninggalkan pekerjaannya sebagai Pendeta Yahudi yang mengawasi produk makanan dan minuman di toko-toko Yahudi. Kini Bob, sebutnya, masih tinggal di New York. Karena punya keahlian mekanik, sekarang Bob bekerja di toko elektronik.

"Kita doakan Bob agar tetap istiqamah menjalankan ajaran-ajaran Islam dan menjadi dai," pungkasnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini