Aisha Wedding Ajak Nikah Umur 12 Tahun, Ditjen Bimas Islam: Banyak Mudaratnya

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Kamis 11 Februari 2021 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 11 614 2360464 aisha-wedding-ajak-nikah-umur-12-tahun-ditjen-bimas-islam-banyak-mudaratnya-k3keLdCZ6D.jpg Menikah diusia terlalu muda banyak mudaratnya. (Foto:Freepik)

JAKARTA- Aisha Wedding bikin heboh dengan mengampayekan menikah pada usia 12 tahun. Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama menilai, hal itu banyak mudaratnya.

Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Ditjen Bimas Islam pada Kementerian Agama, Muharam Marzuki menerangkan, proses pernikahan di Indonesia telah diatur berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 1974 yang menjadi UU Nomor 16/2019, di mana batas usia nikah yang telah diubah dari 16 tahun menjadi 19 tahun.

Baca Juga: Heboh Aisha Wedding Promosikan Pernikahan Anak, Ini Kata Psikolog

“Perkawinan hanya diizinkan apabila pria dan wanita sudah mencapai 19 tahun, dengan UU itu masyarakat diharapkan mengajukan proses pendaftaran nikah itu pada usia 19 tahun. Itu paling minimal,” kata Muharam dalam keterangan tertulisnya di laman Kemenag, Kamis (11/02/2021).

Di bawah usia 19 tahun, Muharam menambahkan, masyarakat yang melakukan akad pernikahan tersebut akan dianggap pernikahan yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Penyelenggara Aisha Wedding ini bertentangan dengan UU Nomor 16 Tahun 2019, dan juga bertentangan dengan UU Perlindungan Anak. Apalagi usia 12 tahun yang memang sebetulnya masa usia sekolah, masa pendidikan,” tuturnya.

Baca Juga: Dinilai Menyesatkan, Pemilik Aisha Wedding Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Dia menjelaskan, remaja yang berusia di bawah 19 tahun masih harus diperkuat dari sisi pendidikan, mental spiritual, daya tahan tubuh, hingga ekonomi yang akan menopang kesejahteraan hidup mereka saat mereka memasuki jenjang keluarga. Pada usia 12 tahun itu mereka rentan bisa terjadi persoalan fisik, psikis, juga persoalan yang terkait dengan hubungan sosial di masyarakat.

“Ini banyak mudaratnya, sehingga para orangtua, wali, yang menikahkah itu seharusnya tetap berpegang pada UU Perkawinan Nomor 16 Tahun 2019. Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah membawa misi negara yang memastikan masyarakat yang menikah di KUA itu sesuai dengan ketentuan perundang-undangan,” pungkasnya. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini