Ilmuwan Islam Muhammad Ibn Musa Al-Khwarizm Jadi Bapak Aljabar

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Selasa 23 Februari 2021 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 02 23 614 2366870 ilmuwan-islam-muhammad-ibn-musa-al-khwarizm-jadi-bapak-aljabar-6AFm6WJeHd.jpg Muhammad Ibn Musa Al-Khawarizm atau disebut Bapak Ajabar. (Foto:Getty Images/BBC)

JAKARTA - Adalah Muhammad ibn Musa al-Khwarizmi atau biasa disebut Bapak Aljabar menjadi pelopor ilmu matematika dan pengetahuannya diadopsi oleh ilmuwan lainnya.

Sejatinya jejak sisa-sisa Rumah Kebijaksanaan atau Bayt al-Hikmah bisa dilacak jika tak dihancurkan pada Abad ke-13.

Sehingga kita tak bisa memastikan secara pasti di mana lokasi atau bentuknya.

Baca Juga: Anggota TNI AD Jadi Imam Sholat Jamaah Bersama US Army

Tapi akademi bergengsi ini sebenarnya adalah pusat kekuatan intelektual di Baghdad selama zaman keemasan Islam, dan tempat kelahiran konsep matematika yang sama transformatifnya dengan angka nol dan angka "Arab" pada era modern.

Awalnya, Bayt al-Hikmah merupakan tempat koleksi pribadi khalifah Harun Al-Rashid pada akhir abad ke-8, tapi kemudian diubah menjadi akademi publik sekitar 30 tahun kemudian. Rumah Kebijaksanaan nampaknya telah menarik pada ilmuwan seluruh dunia menuju Baghdad.

Baca Juga: 4 Keutamaan Bulan Ramadhan, Maksimalkan untuk Beribadah dan Beramal Saleh

Mereka yang datang itu tertarik dengan semangat intelektual dan kebebasan berekspresinya (Muslim, Yahudi, Kristen-semuanya diizinkan untuk belajar di sana).

Jika disetarakan, Rumah Kebijaksanaan ini sama besarnya dengan British Library di London atau Bibliothèque Nationale di Paris.

Rumah Kebijaksanaan akhirnya menjadi pusat studi humaniora dan sains yang tak tertandingi, termasuk matematika, astronomi, kedokteran, kimia, geografi, filsafat, sastra dan seni - serta ilmu pengetahuan yang bersifat mengawang-awang seperti alkimia dan astrologi.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Untuk menggambarkan monumen besar ini, dibutuhkan lompatan imajinasi (misalnya membayangkan Citadel pada film Game of Thrones atau perpustakaan Hogwarts dalam film Harry Potter).

Tapi satu hal yang pasti: akademi ini telah mengantarkan Renaisans budaya yang sepenuhnya mengubah jalan matematika.

Rumah Kebijaksanaan dihancurkan oleh pasukan Mongol di Baghdad pada 1258 (menurut legenda, manuskrip-manuskrip yang dilemparkan ke dalam Sungai Tigris telah mengubah air sungai tersebut menjadi hitam karena tinta).

Tapi temuan-temuan dari sana telah melahirkan bahasa matematika abstrak yang kuat, yang kemudian diadopsi oleh kerajaan Islam, Eropa, dan akhirnya oleh seluruh dunia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini