Doa Iftitah Saat Solat, Wajib atau Sunah Hukumnya?

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Kamis 18 Maret 2021 10:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 18 614 2379729 doa-iftitah-saat-solat-wajib-atau-sunah-hukumnya-9h9LkH0v7P.jpg Doa Iftitah saat sholat. (Foto:Freepik)

JAKARTA - Doa iftitah saat melaksanakan sholat ternyata tidak wajib dibaca dan juga bukan sebagai bagian syarat sahnya sholat.

Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustaz Ainul Yaqin saat dihubungi Okezone, Kamis (18/3/2021) menjelaskan, doa iftitah memang bukan bagian bacaan dalam rukun sholat. Bahkan juga tidak termasuk pada syarat sah sholat.

"Namun, doa Iftitah ini disunahkan," ujar Ustaz Ainul Yaqin saat . Namun ketika dibaca saat sholat, maka tambahan pahala akan datang bagi yang mengamalkannya.

Baca Juga: Pencuri Terjelek dalam Sholat, Ini Ciri-Cirinya

"Sebagaimana kaidah sunah, maka siapapun yang membaca doa ini ketika sholat maka baginya pahala baginya dan rahasia manfaat doa didalamnya, adapun apabila tidak membaca tidak mengapa, tidak dosa," ucapnya.

Lebih lanjut, doa iftitah memiliki berbagai macam bacaan. Ada beberapa riwayat hadits tentang Iftitah, mulai dari bacaannya yang panjang dan juga pendek.

"Selain itu, doa iftitah merupakan doa dalam sholat yang biasa di baca setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca Surat Al- Fatihah.

Iftitah berasal dari kata ‘fataha’ yang artinya yaitu pembukaan, inilah sebabnya doa iftitah diletakkan di awal.

Doa iftitah sendiri biasa di baca oleh imam ataupun makmum baik pada saat sholat berjamaah ataupun sholat sendiri," ucapnya.

Baca Juga: Tren Cukur Alis Mata dan Tato di Kalangan Muslimah, Begini Pendapat Ulama

Rasulullah SAW bersabda: 

حَدَثَنّاَ مُوْسَى بْنُ إِسْمَاعِيْلَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اْلوَاحِدُ بْنُ زِيَادٍ قَالَ حَدَّثَناَ عُمَارَةُ بْنُ الْقَعْقَاعِ قَالَ حَدَّثَناَ أَبُوْ زُرْعَةَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُوْ هُرَيْرَةَ قَالَ كَانَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْكُتُ بَيْنَ التَكْبِيْرِ وَبَيْنَ الْقِرَاءَةِ إِسْكَاتَةً قاَلَ أَحْسِبُهُ هُنَيَّةً، فَقُلْتُ بِأَبِى وَأُمِّيْ يَا رَسُوْلَ اللهِ، إِسْكَاتُكَ بَيْنَ الْتَكْبِيْرِ وَالْقِرَاءَةِ مَاتَقُوْلُ؟ قَالَ أَقُوْلُ اَللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اَللَّهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الْخَطَايَا كَماَ يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ اَللَّهُمّّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَاْلبَرَدِ

Artinya: "Meriwayatkan padaku Musa bin Ismail ia berkata meriwayatkan padaku Abdul Wahid bin Ziyad ia berkata, meriwayatkan padaku ‘Umaroh bin Al-Qo’qo’ ia berkata, meriwayatkan padaku Abu Zur’ah ia berkata, meriwayatkan padaku Abu Hurairah ia berkata, adalah Rasulullah saw diam sejenak di antara takbir dan bacaan (surat Al-Fatihah). Ia berkata, Aku menyangka beliau diam sejenak. Kemudian aku berkata, “Demi bapakku dan ibuku, Ya Rasulullah, dalam diammu antara takbir dan membaca (Surat Al-Fatihah) bacaan apa yang engkau baca?” Rasulullah saw menjawab, “Aku membaca Ya Allah jauhkanlah antara aku dan dosa-dosaku sebagaimana engkau menjauhkan antara belahan timur dan barat, Ya Allah bersihkanlah aku dari dosa-dosa sebagaimana pakaian putih dibersihkan dari kotoran, Ya Allah siramilah dosa-dosaku dengan air, salju, dan air embun."(HR.Bukhori-Muslim).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Berikut ini adalah doa iftitah yang biasa dibaca oleh umat Islam ketika menjalankan sholat, yaitu; 

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ .

Allaahu akbaru Kabiraa Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.

Artinya: "Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim (Orang-orang yang berserah diri)."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya