Ibadah Khusus di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Kata Muhammadiyah

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Minggu 21 Maret 2021 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 20 330 2381130 ibadah-khusus-di-malam-nisfu-sya-ban-ini-kata-muhammadiyah-64TIhtwR3B.jpg Organisasi Islam Muhammadiyah. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Malam Nisfu Syaban atau malam pertengan bulan Sya'ban adalah saat amalan manusia diangkat ke langit Allah Ta'ala, sehingga manusia dianjurkan memperbanyak puasa sunah

“Bulan itu, banyak manusia yang lalai, yaitu (bulan) antara Rajab dan Ramadhan, bulan diangkatnya amal-amal kepada Rabb semesta alam, dan aku ingin amalku diangkat dalam keadaan aku sedang berpuasa,” demikian penjelasan Rasulullah melalui hadis riwayat Usamah bin Zaid RA

Lantas bagaimana untuk ibadah khusus di malam Nisfu Sya’ban,

Baca Juga: Memahami 3 Rukun Syukur Agar Semakin Dilimpahkan Kenikmatan

Wakil Ketua Lembaga Dakwah Khusus (LDK) PP Muhammadiyah Agus Tri Sundani, bahwa Muhammadiyah tidak mengenal ibadah khusus meski terdapat banyak hadis yang menyinggung keutamaan malam itu.

Menurutnya, umat muslim boleh melakukan ibadah apapun tanpa mengkhususkan satu bentuk ibadah tertentu.

Baca Juga: Wapres Minta One Stop Service Halal, Plt Ka BPJPH: Kita Akan Proaktif

“Kan banyak tradisi kalau malam Nisfu Sya’ban berkumpul di masjid lalu baca Yasin sekian, itu tidak pernah disyariatkan ada acara semacam itu, tapi bagi sebagian ulama itu adalah malam yang di mana diangkat semua pahala, sehingga kita sebaiknya memperbanyak amal,” tutur Agus.

Dari hadis Abu Tsa’labah dan Abu Musa, Rasulullah menyebutkan bahwa Allah memberi ampunan di malam Nisfu Sya’ban kecuali bagi orang musyrik dan pendengki.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

“Sekali lagi, peringatan-peringatan itu dalam Muhammadiyah memang tidak ada acara-acara khusus, tapi yang jelas amalan yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah adalah memperbanyak puasa, karena memang kita bersiap menjalani Ramadan,” kata dia dikutip dari laman Muhammadiyah, Ahad (21/3/2021)

Bulan Sya’ban memiliki banyak keutamaan. Rasulullah dalam hadis riwayat ‘Aisyah menganjurkan supaya memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban ketimbang bulan-bulan lainnya.

‘Aisyah bahkan menyebut Nabi Muhammad berpuasa sebulan penuh disambung dengan bulan Ramadan sebagaimana diriwayatkan melalui jalur Abu Salamah maupun dari jalur Abdullah bin Abi Qays.

“Rasulullah memperbanyak puasa sunnah. Kita bisa melakukan Puasa Daud, bisa Puasa Senin-Kamis sehingga memperbanyak puasa di bulan ini sangat efektif mempersiapkan bulan Ramadhan,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya