PWNU Jatim Berani Adu Konsep Penjelasan dengan MUI Soal Penggunaan Vaksin AstraZeneca.

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Sabtu 20 Maret 2021 22:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 20 614 2381269 pwnu-jatim-berani-adu-konsep-penjelasan-dengan-mui-soal-penggunaan-vaksin-astrazeneca-BNaGzGTSlD.jpg Program Nasional Vaksin Covid-19. (Foto: Okezone)

MALANG - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menegaskan bahwa vaksinasi Covid-19 wajib diikuti dan ditaati dengan alasan karena merupakan kewajiban bersama sebagai warga negara Indonesia.

Perbuatan yang hukumnya wajib apabila diperintahkan oleh pemerintah akan mengukuhkan hukum wajib tersebut, sehingga tidak menaati kebijakan tersebut adalah bertentangan dengan syara’.

Wakil Ketua PWNU Jatim KH Ahmad Fahrur Rozi menjelaskan vaksinasi adalah sebagai upaya menghentikan penyebaran virus Covid-19  paling efektif, karena itu harus lebih diutamakan dan diprioritaskan.

Pengasuh Pondok Pesantren Annur 1 Bululawang, Malang ini juga mengatakan, pihaknya berbeda pandangan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait Fatwa No 14 / 2021 Hukum Penggunaan Vaksin.

Baca Juga: Meski Bulan Ramadhan, Umat Muslim Diwajibkan Vaksin Covid-19

Dalam Fatwa MUI No 14/2021 tentang Hukum Penggunaan Vaksin disebutkan Vaksin AstraZeneca mengandung unsur babi namun boleh digunakan. KH Ahmad Fahrur Rozi menjelaskan telah menyampaikan pandangan berbeda itu dalam rapat dewan Fatwa MUI.

Pada awal Maret ini, sejatinya PWNU juga telah mengeluarkan surat keputusan yang menyatakan bahwa jenis vaksin yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan aman digunakan.

“Meskipun vaksin yang telah dibeli pemerintah seperti AstraZeneca dalam pembuatannya mengandung zat turunan hewani, namun pada tahapan produksinya menggunakan unsur nabati. Sehingga vaksin tersebut adalah suci karena pada produk akhir tidak terdapat kandungan unsur najis sama sekali,” ujar Ahmad Fahrur Rozi, dalam keterangan tertulisnya Sabtu (20/3/2021).

Lebih lanjut KH Ahmad Fahrur Rozi menuturkan bahwa pihaknya memiliki para ahli tafsir yang bersedia untuk beradu konsep dan pemikiran dengan MUI guna memaparkan teorinya mendukung penggunaan vaksin AstraZeneca.

“Saya menyayangkan MUI mengeluarkan Fatwa tanpa dasar yang sahih serta memperhatikan kepentingan nasional. Padahal saya sudah melakukan dialog dengan semua pihak mulai Kemenkes, BPOM, dan Bio Farma terkait penilaian hasil akhir vaksin AstraZeneca aman,” jelasnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sementara PWNU dalam surat keputusannya No 859/PW/A-ll/L/III/2021 yang mencantumkan beberapa point penting terkait penggunan vaksin AstraZeneca sebagai berikut:

Mengumumkan bahwa vaksinasi Covid-19 wajib diikuti dan ditaati, dengan alasan karena merupakan kewajiban bersama sebagai warga negara Indonesia.

Perbuatan yang hukumnya wajib apabila diperintahkan oleh pemerintah akan mengukuhkan hukum wajib tersebut, sehingga tidak menaati kebijakan tersebut adalah bertentangan dengan syara’.

Vaksinasi sebagai upaya menghentikan penyebaran virus Covid-19 merupakan upaya paling efektif, karena itu harus lebih diutamakan dan diprioritaskan.

Jenis vaksin yang telah direkomendaikan oleh Menteri Kesehatan RI adalah suci sebab pada produk akhir tidak terdapat kandungan unsur najis sama sekali sebagaimana vaksin AstraZeneca.

Keputusan ini diputuskan pada 10 Maret 2021 dan ditanda tangani oleh pengurus PWNU Jatim yakni Rais KH Anwar Manshur, Katib Drs KH Syafrudin Syarif, Ketua KH Marzuqi Mustamar M.Ag, dan Sekretaris Prof. Akh Muzakki, M.Ag Dip SEA, M.Phil, Ph.D," bebernya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya