7 Lembar Kiswah Kakbah Mau Diselundupkan, Ini Sejarah Keberadaanya

Muhaimin, Jurnalis · Kamis 25 Maret 2021 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 25 614 2383762 7-lembar-kiswah-kakbah-mau-diselundupkan-ini-sejarah-keberadaanya-WQhVagF6vm.jpg Para petugas saat mengganti Kain Kiswah Kakbah. (Foto: Reuters)

MAKKAH - Sebanyak 7 lembar Kiswah atau kain pelindung Kakbah berusaha diselundupkan ke luar negeri oleh dua orang warga negara Pakistan, namun akhirnya berhasil digagalkan.

Otoritas keamanan Arab Saudi di kota suci Makkah menangkap keduanya. Tujuh kain itu hendak dikirim ke luar negeri melalui cabang Saudi Post di distrik Al Shasha di Makkah.

"Dua orang Pakistan ditangkap, saat mereka berusaha mengirimkan tujuh potong kain Kakbah melalui cabang Saudi Post di distrik Al Shasha," kata polisi Makkah, seperti dikutip Gulf News, Kamis (25/3/2021).

Baca Juga: Pria Transgender Mejeng di Depan Kakbah Diperintahkan Ditangkap

Orang-orang itu mengatakan kepada para interogator bahwa mereka telah membeli potongan Kiswah dari penjual Indain di Jalan ke-60 (60th Street) seharga SR300.

Menurut polisi, kedua pria ditahan sambil menunggu untuk dilimpahkan kasusnya ke Penuntut Umum untuk diinterogasi dan diadili lebih lanjut.

Namun bagaimana sebenarnya sejarah keberadaan kain Kiswah dan proses pergantiannya. Kiswah diganti setahun sekali pada tanggal 9 bulan Dzulhijjah setelah jamaah haji berangkat ke Gunung Arafah, sebagai persiapan menerima jamaah keesokan harinya, yang bertepatan dengan Idul Adha.

Baca Juga: Sejarah Kakbah Pernah Diterjang Banjir Hebat dan Berhasil Kembali Dibangun

Warna kain penutup Kakbah itu telah berubah secara teratur selama berabad-abad.

Nabi Muhammad SAW menutupi Kakbah dengan kain Yaman bergaris putih dan merah. Kemudian, Abu Bakar Al Siddiq, Umar ibn Al Khattab, dan Utsman ibn Affan menutupinya dengan kain warna putih. Ibn Al Zubayr menutupinya dengan brokat merah.

Pada zaman dinasti Abbasiyah, Kakbah dibungkus lagi dengan kain warna putih dan sekali dengan kain warna merah. Sedangkan Sultan Seljuk menutupinya dengan brokat kuning.

Khalifah era dinasi Abbasiyah; Al Nassir, mengubah warna Kiswah menjadi hijau dan kemudian menjadi brokat hitam, dan ini tetap menjadi warnanya hingga hari ini.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Warna hitam akhirnya dipilih pada akhir era dinasti Abbasiyah karena tahan lama dan tahan disentuh oleh pengunjung, peziarah, dan orang-orang dari budaya yang berbeda dari seluruh dunia.

Dengan berlanjutnya musim Umrah, Kiswah diangkat ke tengah Kakbah untuk melestarikannya dan mencegah orang-orang menyentuhnya. Selama era Arab Saudi, Kiswah telah mendapat perhatian besar.

Pendiri Kerajaan Arab Saudi, Raja Abdulziz, memberikan arahan untuk pendirian rumah pribadi untuk membuat Kiswa di lingkungan Ajyad dekat dengan Masjidil Haram di Makkah, rumah pertama yang didedikasikan untuk menenun Kiswah di Hijaz sejak Kakbah ditutupi pada era pra-Islam sampai saat ini.

Itu adalah pabrik tempat Kiswah pertama di era Saudi diproduksi di Makkah. Produksi kemudian dipindahkan ke Umm Al Joud. Lokasi baru ini dilengkapi dengan mesin-mesin canggih terkini dalam industri tenun pada saat itu dan terus memproduksi Kiswah yang melampaui semua mesin sebelumnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya