Hukum Memakai Kutek, Menghalangi Mengalirnya Air Wudhu

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Selasa 30 Maret 2021 05:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 29 330 2386154 hukum-memakai-kutek-menghalangi-mengalirnya-air-wudhu-kgzNNSh3oj.jpg Kuteks atau cat pewarna kuku. (Foto: Freepik)

JAKARTA - Hukum memakai kuteks atau cat kuku bagi wanita bagaimana menurut Islam? Tak dapat dipungkiri wanita memang suka berdandan dan memperhatikan penampilannya?

Islam pun tak melarang seorang wanita atau Istri melakukan hal itu sejauh untuk berdandan untuk suami.Hal semacam ini pun menjadi perhatian Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.

Sesungguhnya kutek itu tidak boleh dipergunakan wanita jika ia hendak sholat, karena kutek tersebut akan menghalangi mengalirnya air dalam bersuci (pada bagian kuku yang tertutup oleh kutek itu), dan segala sesuatu yang menghalangi mengalirnya air (pada bagian tubuh yang harus disucikan dalam berwudhu) tidak boleh dipergunakan oleh orang yang hendak berwudhu atau mandi, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman.

فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ “

Artinya : Maka basuhlah mukamu dan tanganmu”. [Al-Maidah : 6].

Baca Juga: Viral! Putihkan Gigi dengan Kutek, Bahayanya Bikin Cepat Retak & Patah

Jika wanita ini menggunakan kutek pada kukunya, maka hal itu akan menghalangi mengalirnya air hingga tidak bisa dipastikan bahwa ia telah mencuci tanganya, dengan demikian ia telah meninggalkan satu kewajiban di antara beberapa yang wajib dalam berwudhu atau mandi.

Adapun bagi wanita yang tidak shalat, seperti wanita yang mendapat haidh, maka tidak ada dosa baginya jika ia menggunakan kutek tersebut, akan tetapi perlu diketahui bahwa kebiasaaan-kebiasaan tersebut adalah kebiasaan wanita-wanita kafir, dan menggunakan kutek tersebut tidak dibolehkan karena terdapat unsur menyerupai mereka. [Fatawa wa Rasa’il Asy-Syaikh Ibnu Utsaimin, 4/148]

Baca Juga: Tersedia, Cat Kuku untuk Muslimah

"Lalu bagaimana perempuan yang memakai pewarna inai atau pacar?. Sedangkan inai (pacar) maka keberadaan warnanya pada kaki dan tangan tidak memberi pengaruh pada wudhu, karena warna inai tersebut tidak mengandung ketebalan/lapisan," ujarnya dikutip dari laman Almanhaj or id, Selasa (30/3/2021)

Lain halnya dengan adonan, kutek dan tanah yang memiliki ketebalan dapat menghalangi mengalirnya air pada kulit, maka wudhu seseorang tidak sah dengan adanya ketebalan tersebut karena air tidak dapat menyentuh kulit. Namun, jika inai itu mengandung suatu zat yang menghalangi air untuk sampai pada kulit, maka inai tersebut harus dihilangkan sebagaimana adonan.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya