Darurat Covid-19, Masyarakat Diminta Tak Lakukan Bukber

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 30 Maret 2021 18:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 30 614 2386693 darurat-covid-19-masyarakat-diminta-tak-lakukan-bukber-ahU3h3bCTH.jpg Puasa bulan Ramadhan. (Foto:Freepik)

JAKARTA - Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerbitkan tuntunan ibadah Ramadhan 1442 Hijriah dalam kondisi darurat Covid-19. Hal itu mengacu kepada surat edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah nomor 03/EDR/I.0/E/2021 dan ditandatangani oleh Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir pada 22 Maret 2021 lalu.

Salah satu tuntunan yang dituliskan dalam surat edaran tersebut, yaitu diminta agar masyarakat tak menggelar kegiatan buka bersama saat bulan Ramadhan nanti. Hal ini demi mencegah terjadinya kerumunan hingga menyebabkan adanya klaster baru virus corona.

"Buka bersama (Takjilan), sahur bersama, tadarus berjamaah, iktikaf dan kegiatan lainnya di masjid/musala dan sejenisnya yang melibatkan banyak orang dan di dalamnya terdapat perilaku yang berpotensi menjadi sebab penyebaran virus Covid- 19 seperti makan bersama, tidak dianjurkan," sebagaimana tertulis dalam surat edaran, Selasa (30/3/2021).

Baca Juga: Muhammadiyah Terbitkan Tuntunan Ibadah Ramadhan 2021

Selanjutnya, bagi masyarakat yang di sekitar tempat tinggalnya ada penularan Covid-19, sholat berjamaah, baik sholat fardu (termasuk salat Jumat) maupun sholat qiyam Ramadhan (tarawih), tetap dilakukan di rumah masing-masing dalam rangka menghindarkan diri dari penularan virus Corona.

Sementara untuk masyarakat yang di sekitar tempat tinggalnya tidak ada penularan Covid-19, sholat berjamaah, baik sholat fardu, termasuk sholat Jumat maupun sholat qiyam Ramadan atau tarawih, dapat dilaksanakan di masjid, musala, langgar, atau tempat lainnya, dengan tetap memperhatikan sejumlah hal.

Baca Juga: Sholat Tarawih 2 Shift, Begini Respons Muhammadiyah

Di antaranya, salat dengan saf berjarak, salat memakai masker, Jamaah salat terbatas hanya bagi masyarakat di sekitar masjid, musala atau langgar dengan pembatasan jumlah jamaah maksimal 30% dari kapasitas tempat atau sesuai arahan dari pihak yang berwenang.

Lalu, ada pula poin tentang takbir Idul Fitri diutamakan dilakukan di rumah masing-masing. Takbir Idul Fitri boleh dilakukan di masjid, musala atau langgar dengan syarat tidak ada jamaah di sekitarnya yang terindikasi positif Covid-19, dilakukan pembatasan jumlah orang dan tetap menerapkan protokol kesehatan terkait Covid-19 secara disiplin.

"Sholat Idul Fitri bagi masyarakat yang di sekitar tempat tinggalnya ada penularan Covid-19 dapat dilakukan di rumah (lihat surat Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 04/EDR/I.0/E/2020) dan bagi masyarakat yang di sekitar tempat tinggalnya tidak ada penularan Covid-19, salat Idulfitri dapat dilaksanakan di lapangan kecil atau tempat terbuka di sekitar tempat tinggal dalam jumlah jamaah yang tidak membawa kerumunan besar, dengan beberapa protokol yang harus diperhatikan," tulis bunyi edaran tersebut.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya