Apakah Tidurnya Orang Berpuasa Benar-Benar Berpahala?

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 22 April 2021 05:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 22 330 2398734 apakah-tidurnya-orang-berpuasa-benar-benar-berpahala-z0EPJUcnNt.jpg Tidur saat berpuasa. (Foto: PPA Daarul Quran)

JAKARTA - Ketika bulan Ramadhan, hampir setiap tahunnya selalu ada perbincangan mengenai sebuah hadits yang cukup terkenal, yakni hadits yang menceritakan tentang tidurnya orang berpuasa adalah sebuah ibadah. Berikut bunyi hadits tersebut:

“Tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amal ibadahnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni” (HR Baihaqi).

Memang ketika sedang berpuasa tubuh akan terasa lebih lemas dari hari biasanya. Hal ini dikarenakan tidak adanya asupan makanan serta minuman yang cukup bagi tubuh. Tak sedikit untuk mengatasi hal itu,a banyak umat muslim yang memilih untuk tidur. Namun hal ini sering sekali disalah artikan oleh sebagian masyarakat dengan lebih memilih bermalas-malasan selama menjalani ibadah puasa Ramadhan.

Baca Juga: Sedekah untuk Orangtua yang Telah Meninggal, Apakah Pahala Sampai Kepadanya?

Memang, orang yang menghabiskan waktu berpuasanya dengan tidur sepanjang hari tidak membatalkan puasa. Namun sangatlah merugi, apabila seseorang muslim hanya menghabiskan harinya dengan tidur di bulan yang penuh dengan keberkahan ini.

Menghabiskan waktu berpuasa dengan hanya tidur, akan menurunkan kadar nilai pahala yang akan didapatkan. Orang yang menghabiskan waktu berpuasanya dengan hanya tertidur akan terasa sia-sia puasanya, karena mereka hanya akan mendapatkan rasa haus dan lapar saja. Hal ini juga tertuang dalam sebuah hadits:

Baca Juga: Mengungkap Makna Bau Mulut Orang Berpuasa dalam Surat Maryam

Dari Abu Hurairah ia berkata, "Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Berapa

banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan pahalanya selain lapar, dan berapa banyak orang yang shalat malam tidak mendapatkan selain begadang." (HR. Ahmad).

Lalu bagaimana sebenarnya maksud dari tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah? Apakah terdapat sebuah ketentuan khusus untuk menggapai keutamaan ini?

Ya, tidur memang erat hubungannya dengan hal negatif. Sebab berkaitan dengan kegiatan yang bermalas-malasan. Namun, jika dilihat dari kacamata pandang yang lainnya, tidur juga dapat bernilai sebagai sebuah hal yang positif, jika memang digunakan untuk mempersiapkan hal-hal yang bermanfaat, seperti untuk mempersiapkan fisik dalam menjalankan ibadah.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Hal ini seperti juga diterangkan dalam kitab Ittihaf sadat al-Muttaqien:

“Tidurnya orang puasa adalah ibadah, napasnya adalah tasbih, dan diamnya adalah hikmah. Hadits ini menunjukkan bahwa meskipun tidur merupakan inti dari kelupaan, namun setiap hal yang dapat membantu seseorang melaksanakan ibadah maka juga termasuk sebagai ibadah” (Syekh Murtadla az-Zabidi, Ittihaf Sadat al-Muttaqin, juz 5, hal. 574).

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Syekh Nawawi al-Bantani: “Hadits ‘tidurnya orang berpuasa adalah ibadah’ ini berlaku bagi orang berpuasa yang tidak merusak puasanya, misal dengan perbuatan ghibah. Tidur meskipun merupakan inti kelupaan, namun akan menjadi ibadah sebab dapat membantu melaksanakan ibadah” (Syekh Muhammad bin ‘Umar an-Nawawi al-Bantani, Tanqih al-Qul al-Hatsits, Hal. 66).

Dari penjelasan di atas dapat dikatakan jika tidur ketika berpuasa dapat dihitung sebagai sebuah ibadah jika memang terpenuhi dua kriteria. Pertama, tidak ditujukan secara khusus untuk bermalas-malasan, akan tetapi ditujukan sebagai penunjang dalam menjalankan ibadah.

Kedua, tidak mencampuri ibadah puasanya dengan melakukan maksiat serta hal-hal yang dapat menghilangkan kadar nilai ibadah puasa. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya