Ketangguhan Muhidur Rahman, Ustaz Penyintas dan Relawan Kemanusiaan Bencana di Flores Timur

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 24 April 2021 03:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 24 614 2399923 ketangguhan-muhidur-rahman-ustaz-penyintas-dan-relawan-kemanusiaan-bencana-di-flores-timur-Gs3FORmgEg.jpg Tim bantuan melakukan perbaikan jembatan di lokasi bencana di Folres Timur, NTT. (Foto: Dompet Dhuafa)

FLORES TIMUR – Teriknya matahari Indonesia Timur tidak melunturkan semangat anak muda satu ini. Meski dirinya tertimpa bencana, namun tetap membantu dan turun menjadi relawan kemanusiaan.

“ Jujur saja, ini pertama kalinya saya menjadi relawan kebencanaan”, pungkas Muhidur melalui pesan singkat Sabtu (24/4/2021).

Muhidur Rahman (31) salah satu relawan kebencanaan Disaster Management Center (DMC) Dompet Dhuafa yang juga merupakan Dai Dompet Dhuafa Angkatan 2020. Turut serta terjun melakukan respons kebencanaan di Kabupaten Flores Timur.

Waktu pertama kali banjir menghampiri sebagian wilayah di NTT (4/4/2021). Ustad Muhidur sedang berada di wilayah lain melakukan ceramah tausiahnya di wilayah Adonara Barat. Kemudian setelah pukul 02:30 waktu setempat, banjir mulai menggenangi wilayah Adonara.

Baca Juga: Seleksi Standar Tinggi, 27 Imam Asal Indonesia Segera Bertugas di Uni Emirat Arab

Namun Adonara Timur khususnya Desa Waiburak dan Desa Waiwerang, mengalami dampak yang cukup parah dibandingkan yang lain.

“Saya sedang di Adonara Barat, sempat memang banjir. Tempat tinggal saya di Desa Lamahala juga terkena banjir. Namun tidak separah Waiburak”, tambah Muhidur.

Melalui kordinasi dari markas DMC Dompet Dhuafa, Ustad Muhidur dan beberapa relawan lokal setempat langsung turut bantu melakukan respons mulai dari evakuasi, membuka dapur umum di empat titik pos pengungsian, menyiapkan kebutuhan logistik dan pelayanan kesehatan.

“Pertama kali kejadian banjir itu, saya merasa terpanggil untuk terjun membantu dan menjadi relawan. Namun di satu sisi, juga diselimuti perasaan sedih melihat dampak yang diakibatkan oleh bencana banjir ini. Ini momen yang sulit bagi saya pribadi”, lanjutnya.

Akses jalur yang terputus di mana-mana dan kebutuhan pokok yang mendesak bagi terdampak menjadi tantangan pertama yang dilalui oleh Muhidin dalam menjadi relawan. Namun menurutnya, membantu sesama yang sedang dilanda musibah juga merupakan bagian dari dakwah. Bahwa Allah SWT selalu mempunyai rencana yang baik bagi umatnya.

Bertepatan dengan bulan Ramadhan, Ustad Muhidur melihat hikmah dari semua kejadian ini. Beberapa kebutuhan penyintas terdampak sudah bisa dipenuhi. Terutama untuk kebutuhan sandang, pangan, dan papan.

“Saya selalu percaya, bahwa akan timbul rasa kemanusiaan di setiap orang. Sehingga Ketika ada saudara-saudara kita yang terkena musibah. Saya yakin, setiap orang mampu mengulurkan bantuan tenaga, waktu, dan semangat. Meski kita sendiri sedang terkena musibah”, tutup Muhidur.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

1
1

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya