Ramadhan di Mosul, Jus Kismis Beraroma Mint Jadi Tren

Sabtu 24 April 2021 08:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 24 614 2399985 ramadhan-di-mosul-jus-kismis-beraroma-mint-jadi-tren-gOMrQqfUjj.jpg Ramadhan di Mosul, Jus Kismis Beraroma Mint Jadi Tren. (Foto VoA Indonesia)

JAKARTA - Setiap tahun, pada bulan Ramadhan, warga yang berpuasa di Mosul dapat bergembira menikmati minuman khas kota itu, jus kismis. Dijajakan oleh toko-toko kecil dan disajikan dengan aroma mint, minuman berwarna gelap itu laku dengan cepat begitu waktu berbuka tiba.

Tiada iftar tanpa jus kismis, kata pemilik toko Jus Kismis Taha, Ibrahim al-Hamdani, sewaktu ia dengan cermat mengawasi pegawainya mempersiapkan pembuatan minuman tersebut di Mosul, kota di bagian utara Irak.

Baca Juga : Bulan Ramadhan, Hindari Pertengkaran dan Akhlak Buruk

"Bagi keluarga-keluarga asal Mosul, kalau tak ada jus kismis untuk berbuka atau acar, ya tidak ada iftar. Khususnya kismis, dengan kebab. Orang yang berpuasa ingin memulihkan kadar gula darahnya yang turun selama berpuasa,” jelasnya, seperti dikutip VoA Indonesia, Sabtu (24/4/2021).

Minuman spesial pada bulan Ramadhan ini hadir di setiap meja sewaktu berbuka, ujarnya. Jus kismis yang terkenal ini laku keras selama bulan puasa.

Pembuatan minuman ini melewati proses panjang. Proses pembuatan minuman itu juga mencakup mencampurkan sejumlah kismis dan mint dengan takaran yang ia rahasiakan, dan kemudian dituangkan ke kantong-kantong dan saringan sebelum minuman itu siap untuk diberi campuran akhirnya, yakni gula dan pewarna makanan.

Hamdani mewarisi keterampilan dan resep membuat jus ini dari kakeknya. "Sebelum saya lahir, kakek saya biasa membuat jus kismis. Ini sudah berjalan lebih dari 70 atau 80 tahun. Wallahu’alam.”

Baca Juga : Bulan Ramadhan, Hindari Pertengkaran dan Akhlak Buruk

Ia mengatakan tidak banyak yang berubah dalam caranya memproduksi jus. Namun usahanya telah berkembang, dengan mempekerjakan 15 pegawai di tokonya dan di banyak lagi toko-toko cabangnya yang tersebar di Mosul.

Omar Faruq, salah seorang pegawai di toko Jus Kismis Taha mengemukakan, "Di toko yang memproduksi jus kismis ini, ada sekitar 14 atau 15 pegawai, jadi ada 15 keluarga yang hidup dari toko ini.”

Pandemi virus corona telah berdampak bagi siapapun. Tetapi kata Omar Faruq, kondisi tahun ini lebih baik daripada tahun lalu. Ketika pandemi merebak ke mana-mana pada tahun lalu, sedikit sekali yang bisa dikerjakan, namun sekarang perebakan virus telah mereda dan pekerjaan di toko tersebut membaik hingga ke bulan Ramdhan.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Kismis, yang berbahan baku anggur, diperoleh dari daerah setempat, di mana sebagian besar berasal dari kawasan pegunungan Kurdistan Irak di dekatnya, dan kemudian dibawa ke Mosul. Hamdani mengemukakan pelanggannya berasal dari berbagai penjuru Irak.

Salah seorang pelanggan Hamdani, pemilik minimarket di Mosul, Kifah al-Sheikh Ali, mengatakan bahwa minuman itu laku lebih banyak daripada minuman jus lainnya di bulan Ramadhan.


Baca Juga : Apakah Tidurnya Orang Berpuasa Benar-Benar Berpahala?

"Ia juga punya jus lainnya, seperti jus delima. Tetapi kalau kita bicara tentang jus, jus kismis yang nomor satu. Sebagai penjual, saya dapat menjual 100 kantong jus kismis, yang lainnya, hanya 30 kantong jus jeruk, 10 kantong jus delima, 5 kantong jus lemon,” kata Kifah al-Sheikh Ali.

Jus kismis, jelas salah seorang distributor jus kismis di Mosul itu, adalah minuman dasar yang mengandung berbagai bahan yang sangat penting bagi tubuh dan kesehatan, dan rasanya sangat menyegarkan. Apalagi di saat bulan Ramadhan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya