Cara Nabi Muhammad SAW Menyiapkan Baju Saat Idul Fitri

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 28 April 2021 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 28 330 2402145 cara-nabi-muhammad-saw-menyiapkan-baju-saat-idul-fitri-NswWVEjbAo.jpg Baju baru Lebaran. (Foto:Freepik)

JAKARTA - Lebaran pakai baju baru sudah menjadi tradisi Umat Islam di Indonesia pada umumnya. Ada anggapan di Hari Raya Idul Fitri nan suci maka sepantasnya memakai baju lebaran yang baru.

Namun apakah tradisi itu pernah dicontohkan Rasulullah SAW menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan serba baru, bukan hanya baju saja.  

Ketahuilah Rasulullah juga bergembira pada hari raya Idul Fitri. Nabi sangat mencintai keindahan, termasuk sunah Beliau mengenakan pakaian yang terbaik dan terindah ketika beribadah.

Baca Juga: Cara Nabi Muhammad SAW Peringati Nuzulul Quran

Meskipun disunahkan mengenakan pakaian bersih dan rapi, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassalam tidak pernah mengajarkan atau memberi contoh membeli baju baru ketika Idul Fitri.

"Esensi yang diterapkan adalah lebih meningkatkan rasa keimanan dan ketakwaan,"  ujar Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustadz Ainul Yaqin saat dihubungi Okezone beberapa waktu lalu.

Di dalam salah satu riwayat dijelaskan: 

لَيْسَ الْعَيْدُ لِمَنْ لَبِسَ الْجَدِيْدَ إِنَّمَا الْعَيْدُ لِمَنْ خَافَ يَوْمَ الْوَعِيْدِ

Artinya: “Hari raya itu bukan bagi orang yang memakai pakaian baru, Akan tetapi hari raya bagi mereka yang takut terhadap hari pembalasan.” (Khalifah Umar bin Abdul Aziz)

Baca Juga: Peristiwa Tanggal 17 Ramadhan, Nuzulul Quran hingga Perang Badar

Kemudian dalam salah satu hadis menceritakan, ketika Nabi Muhammad ditawarkan jubah sutera yang dijual salah seorang sahabatnya. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: 

أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ، قَالَ: أَخَذَ عُمَرُ جُبَّةً مِنْ إِسْتَبْرَقٍ تُبَاعُ فِي السُّوقِ، فَأَخَذَهَا، فَأَتَى بِهَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، ابْتَعْ هَذِهِ تَجَمَّلْ بِهَا لِلْعِيدِ وَالوُفُودِ، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّمَا هَذِهِ لِبَاسُ مَنْ لاَ خَلاَقَ لَهُ

 Artinya: “Sungguh Abdullah bin Umar, ia berkata: Umar mengambil sebuah jubah sutra yang dijual di pasar, ia mengambilnya dan membawanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam dan berkata: Wahai Rasulullah, belilah jubah ini serta berhiaslah dengan jubah ini di hari raya dan penyambutan. Rasulullah berkata kepada Umar: Sesungguhnya jubah ini adalah pakaian orang yang tidak mendapat bagian." (HR Al Bukhari)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dalam riwayat lain juga disebutkan bahwa Rasulullah memerintahkan sahabat mengenakan pakaian terindah di saat Idul Fitri:

عَنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ قَالَ: أَمَرَنَا رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فِى الْعِيدَيْنِ أَنْ نَلْبِسَ أَجْوَدَ مَا نَجِدُ ... (رواه البيهقي والحاكم

 Artinya: "Diriwayatkan dari Al Hasan bin Ali Radiyallahu Anhu, ia berkata, 'Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam telah memerintahkan kami pada dua hari raya agar memakai pakaian terbaik yang kami temukan'." (HR Al Baihaqi dan Al Hakim).

"Akan tetapi sesungguhnya niatan mengenakan baju terbaik (tidak mesti baru) adalah bentuk syukur kepada Allah, bentuk cerminan semangat ibadah dan istikamah, tentunya jangan dilabeli dengan kesombongan diri," katanya.

Tradisi yang baik bisa kita jadikan sebagai:

وَمِنْ مَظَاهِرِ الشُّكْرِ لُبْسُ أَحْسَنِ الثِّيَابِ يَوْمَ الْفِطْرِ

 Artinya: "Dan di antara ekspresi syukur (kepada Allah) adalah memakai pakaian terbaik pada hari raya Idul Fitri." (Muhammad Thahir bin ‘Asyur, At-Tahrir wat Tanwir, Tunis: Darut Tunisiyyah: tanpa catatan tahun], juz II, halaman 177).

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya