MUI dan PBNU Desak Pemerintah Hentikan Penerbitan Izin Baru Usaha Minuman Beralkohol

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 30 April 2021 19:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 30 330 2403570 mui-dan-pbnu-desak-pemerintah-hentikan-penerbitan-izin-baru-usaha-minuman-beralkohol-zY6YKIKkwS.jpg Minuman beralkohol. (Foto: Okezone/Dok)

JAKARTA - Dua organisasi Islam yakni Majelis Ulama Indonesia  atau MUI dan Nahdlatul Ulama (NU) mendesak pemerintah menghentikan penerbitan Izin Usaha Industri (IUI) Minuman Beralkohol yang baru.

Selain itu menghentikan penambahan kuota produksi untuk IUI tersebut. Sampai saat ini, pemerintah telah menerbitkan 103 IUI Minuman Beralkohol bagi perusahaan yang beroperasi di berbagai daerah dengan volume produksi melampaui 500 juta liter setiap tahun.

Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas mengungkapkan penerbitan IUI Minuman Beralkohol (Minol) yang baru harus dihentikan karena sangat berbahaya bagi masa depan generasi muda dan masyarakat umumnya. “Ya harus disetop. Majelis Ulama Indonesia menilai industri miras ini sangat berbahaya. Menjadi tugas negara untuk melindungi rakyat agar rakyat sehat, tidak mabuk-mabukan, dan tidak kehilangan akal sehat," kata Anwar Abbas saat dihubungi MNC Portal Indonesia di Jakarta.

Baca Juga:  Orangtua Sepantasnya Malu Bila Anak Tak Bisa Baca Al-Quran

Dia mengatakan MUI sangat menyesalkan sikap Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang telah memasukkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Minuman Beralkohol sebagai Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Tahun 2021. Padahal Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi telah mencabut Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021, khususnya pada Lampiran III, Nomor 31, 32, dan 33 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal, terkait pembukaan IUI baru. Baca juga: Syahganda Nainggolan Divonis 10 Bulan Penjara

Hal senada juga dikatakan Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Helmy Faizal Zaini. Menurut dia, penerbitan IUI perlu dihentikan karena banyak mudaratnya. “Kami rasa investasi (penerbitan IUI baru) minuman beralkohol ini perlu dihentikan karena lebih banyak mudaratnya dari pada manfaatnya. Investasi adalah hal baik, jika investasi itu mengandung unsur mudarat yang lebih membahayakan, tentu hal ini dilarang syariat,” tegas Helmy.

Menurut Helmy, Indonesia bukan negara agama, tapi negara berlandaskan Pancasila. PBNU, lanjutnya, secara konsisten menolak investasi minuman keras dibebaskan. “Indonesia bukan negara sekuler. Indonesia adalah negara Pancasila yang berketuhanan. Karena itu, berbagai peraturan yang dikeluarkan pemerintah dan semua perilaku masyarakat harus berpedoman dengan nilai-nilai agama,” kata Helmy. (M Ridwan)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya