Share

Gus Baha: Sampai Kiamat PBB Tidak Bisa Mendamaikan Palestina dan Israel, Mengapa?

Rusman H Siregar , Jurnalis · Senin 17 Mei 2021 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 17 330 2411304 gus-baha-sampai-kiamat-pbb-tidak-bisa-mendamaikan-palestina-dan-isreal-mengapa-Oaao21xGlN.jpg Gus Baha: (Foto: Okezone/Dok)

JAKARTA - Sampai kiamat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tidak bisa mendamaikan konflik Palestina dan Israel, karena itu sudah sama-sama keyakinan kitab suci. Hal ini disampaikan Gus Baha dalam satu kajian kitab bersama santri.

Ulama bernama lengkap  KH Bahauddin Nursalim ini mengungkap sejarah mengapa Palestina-Israel sulit didamaikan dan terus berkonflik.

Gus Baha membahas Kitab Hayatus Shahabah tentang sejarah Bani Israil, para Nabi dan sejarah masa kecil Rasulullah Nabi Muhammad SAW. Dalam kajiannya dijelaskan tentang sejarah Yerussalem serta keterkaitannya dengan konflik di Palestina-Israel. Berikut penjelasan Gus Baha dilansir dari  laman iqra id.

Baca Juga: PBNU Serukan Doa Keselamatan dan Kekuatan untuk Muslim Palestina

Pada zaman Nabi Muhammad, di Kota Madinah yang dahulu bernama Yatsrib terdapat komunitas Yahudi dari Bani 'Aus dan Khazraj. Komunitas Yahudi tersebut mempunyai kitab suci. Ciri utama kitab suci biasanya membicarakan sesuatu yang akan datang, termasuk membicarakan calon Nabi akhir zaman dari dinasti Ismaily, yakni generasi Nabi Ismail yang secara geografis harus Makkah.

Kenapa harus Makkah? Karena Nabi Ibrahim dan Sayyidati Hajar hidup di Makkah, sehingga bangsa Arab rata-rata generasi Ismail. Kalau yang di Palestina, yaitu Yahuda Cs, yang akhirnya sekarang jadi kelompok Yahudi Zionis, itu juga keturunan Nabi Ibrahim, dari garis keturunan Nabi Ya'qub 'alahissalam.

Baca Juga: Sejarah Peperangan Nabi dengan Kaum Yahudi yang Selalu Bersembunyi

Karena Yahuda bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim. Cara Al-Qur’an yaitu wa min-warai Ishaq wa Ya'qub

(وَمِن وَرَآءِ إِسْحَٰقَ يَعْقُوبَ).

Mulane nasab Nabi Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim. Yusuf terkenalnya dengan Al-Karim ibnu Karim Ibnu Karim ibnu Karim.

Yusuf ini yang saudara seayah dengan Yahuda Cs yang melahirkan Ariel Sharon Cs itu adalah dinasti Yahudi. Hanya Yusuf dan Bunyamin yang jadi Muslim. Yahuda Cs yang sekarang menjadi bangsa Yahudi.

Makanya, menurut sejarah Palestina dan Yerussalem, bagi orang Yahudi secara legitimasi agama memang bumi Yahudi, makanya orang-orang Arab kalau disuruh mengusir orang Yahudi dari Palestina itu tidak begitu mau.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Hal ini karena dalam sejarah Islam, Palestina itu punya Nabi Ibrahim melalui anaknya bernama Nabi Ishaq, lalu melahirkan Nabi Ya’qub, lalu melahirkan Yahuda Cs. Paham nggeh?

Akhirnnya sampai sekarang menjadi masalah agama, selain juga menjadi masalah politik zaman perpecahan pada tahun 1964-1966. Sebetulnya sejak dulu sudah masalah agama. Keyakinan orang Yahudi, Palestina itu bumi yang dijanjikan Allah milik mereka. Atas nama kitab suci, mereka mati-matian mempertahankan Israel yang sekarang ini.

Lha, wong Palestina secara sejarah itu lebih dengan kelompok Kan'an. Masalahnya, apakah bangsa Kan'an sudah ada sebelum bangsa Yahudi, atau bangsa Yahudi datang terlebih dahulu sebelum kelompok Kan’an?

Makanya, sampai kiamat PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) tidak bisa mendamaikan yang di Palestina dan Isreal, karena itu sudah sama-sama keyakinan kitab suci.

Orang Yahudi yang hidup di Irlandia, Inggris dan Amerika itu orang kaya-kaya, tapi lebih senang hidup di bumi suci karena itu keyakinan agama, padahal tidak pernah damai.

Makanya, PBB menawarakan supaya menjadi kota bersama, kota Internasional, mereka (Yahudi) harus menjadi ibu kota mereka. "Apa artinya merdeka tanpa Yerussalem."

Orang Islam (di Palestina) mempunyai keyakinan Baiqul Maqdis di Yerussalem. "Apa artinya merdeka tanpa Yerussalem."

Seharusnya selain Yerussalem kalau mau dicaplok-caplok tidak apa-apa, misalnya jalur Gaza. Tapi, yang jadi masalah kan Yerussalem.

Keyakinan orang Islam, Nabi Muhammad pernah sholat sebelum Mi’raj di Yerussalem. Keyakinan orang Yahudi, Yerussalem itu punya kakek-kakek mereka.

Orang Islam dan orang Yahudi itu misanan. Makanya, orang kalau sama misanan (saudara se-kakek/se-nenek) mesti geting (tidak suka) dan tidak cocok. Itu sudah sunnatullah. Paham nggeh? (vitri)

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini