Hari Lahir Pancasila, Pentingnya Muslimin Mendoakan Pemimpin

Hantoro, Jurnalis · Selasa 01 Juni 2021 09:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 01 330 2418300 hari-lahir-pancasila-pentingnya-muslimin-mendoakan-pemimpin-ttL1Ic8MfL.jpg Ilustrasi berdoa. (Foto: Freepik)

SETIAP tanggal 1 Juni 2021 diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Momen ini dimulai dari pidato yang disampaikan Ir Soekarno berjudul 'Lahirnya Pancasila' dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai atau 'Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan' pada 1 Juni 1945.

Dalam pidato tersebut, konsep dan rumusan awal Pancasila sebagai dasar negara Indonesia merdeka pertama kali dikemukakan oleh Bung Karno. Kemudian seiring berjalannya waktu, mulai 2017, tanggal 1 Juni ditetapkan menjadi hari libur nasional untuk memperingati Hari Lahir Pancasila.

Baca juga: Menelusuri Sejarah Lahirnya Pancasila 

Lalu terkait Pancasila sebagai dasar negara, apa saja kewajiban kaum Muslimin terhadap negara?

Para ulama mengatakan setiap Muslim wajib taat atau membela negara. Tidak boleh melawan terhadap negara atau pemimpinnya.

Harus menunjukkan sikap baik kepada pemerintah. Di antaranya menolong mereka dalam kebenaran dan menaati perintahnya. Lalu mengingatkan dengan lemah lembut, menasihati terhadap kelalaian dalam menunaikan hak kaum Muslimin. Kemudian tidak memberontak dan mengajak taat kepada pemerintah yang ada.

Ilustrasi Hari Lahir Pancasila.

Sebagaimana dikutip dari laman Rumaysho, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam juga memerintahkan:

عَلىَ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ فِيْمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ إِلاَّ أَنْ يُؤْمَرَ بِمَعْصِيَةٍ فَإِنْ أَمَرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلاَ سَمْعَ وَلاَ طَاعَةَ

Artinya: “Wajib bagi seorang Muslim untuk mendengar dan taat (kepada penguasa) dalam perkara yang ia senangi dan ia benci kecuali apabila diperintah kemaksiatan. Apabila diperintah kemaksiatan maka tidak perlu mendengar dan taat." (HR Bukhari Nomor 7144 dan Muslim Nomor 1839)

Baca juga: Tokoh-Tokoh Pemberi Sumbangsih Lahirnya Pancasila 

Dari ‘Auf bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ ». قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلاَ نُنَابِذُهُمْ بِالسَّيْفِ فَقَالَ « لاَ مَا أَقَامُوا فِيكُمُ الصَّلاَةَ وَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْ وُلاَتِكُمْ شَيْئًا تَكْرَهُونَهُ فَاكْرَهُوا عَمَلَهُ وَلاَ تَنْزِعُوا يَدًا مِنْ طَاعَةٍ

Artinya: "Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian. Mereka mendoakan kalian dan kalian pun mendoakan mereka. Sejelek-jelek pemimpin kalian adalah yang kalian membenci mereka dan mereka pun membenci kalian, juga kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian." Kemudian ada yang berkata, "Wahai Rasulullah, tidakkah kita menentang mereka dengan pedang?" Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda, "Tidak, selama mereka masih mendirikan shalat di tengah-tengah kalian. Jika kalian melihat dari pemimpin kalian sesuatu yang kalian benci, maka bencilah amalannya dan janganlah melepas ketaatan kepadanya." (HR Muslim Nomor 1855)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Selanjutnya kaum Muslimin juga harus mendoakan kebaikan kepada pemimpinnya. Ini sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (QS An-Nisa: 59)

Baca juga:

Dikutip dari laman Muslim.or.id, ulama besar Arab Saudi Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz berkata:

الدعاء لولي الأمر من أعظم القربات ومن أفضل الطاعات

Artinya: "Mendoakan waliyyul amr termasuk qurbah yang paling agung dan termasuk ketaatan yang paling utama." (Risalah Nashihatul Ummah Fi Jawaabi ‘Asyarati As’ilatin Muhimmah dari Mausu’ah Fatawa Lajnah wa Imamain)

Fudhail bin ‘Iyadh berkata:

لو كانت لي دعوةٌ مستجابة ما جعلتها إِلا في السلطان

Artinya: “Seandainya aku memiliki doa yang mustajab maka tidaklah aku jadikan kecuali kepada penguasa."

Baca juga: Hari Lahir Pancasila: Pidato Bung Karno yang Menggetarkan pada 1 Juni 1945 

Ketika ditanyakan tentang maksudnya, maka Fudhail bin ‘Iyadh berkata:

إذا جعلتُها في نفسي لم تَعْدُني.وإِذا جعلتها في السلطان صَلَح فصَلَح بصلاحه العبادُ والبلاد

Artinya: "Jika saya jadikan doa itu pada diriku maka tidak akan melampauiku, sedangkan jika saya jadikan pada penguasa maka dengan kebaikannya akan baiklah para hamba dan negeri." (Diriwayatkan oleh Barbahari di dalam Syarhu Sunnah halaman 116–117 dan Abu Nu’aim di dalam Al-Hilyah 8/91–92 dengan sanad yang sahih)

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya