AMPHURI Hormati Keputusan Pemerintah Tidak Berangkatkan Calon Jamaah Haji

Antara, Jurnalis · Jum'at 04 Juni 2021 10:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 04 614 2419954 amphuri-hormati-keputusan-pemerintah-tidak-berangkatkan-calon-jamaah-haji-oKIhbIHj7C.jpg Masjidil Haram di masa pandemi covid-19. (Foto: Reuters)

PEMERINTAH Indonesia melalui Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas resmi mengumumkan pembatalan pemberangkatan calon jamaah haji 1442 Hijriah/2021 Masehi. Langkah ini diambil dampak masih mewabahnya covid-19 secara global, termasuk di Arab Saudi.

Terkait kondisi ini, Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) menyatakan menghormati keputusan pemerintah tersebut. Ditambah lagi belum adanya kepastian penyelenggaraan haji dari Pemerintah Arab Saudi.

Baca juga: Tidak Ada Pemberangkatan, Calon Jamaah Haji Diajak Lebih Bersabar 

"AMPHURI menghormati keputusan pemerintah yang disampaikan oleh Menteri Agama Gus Yaqut yang membatalkan keberangkatan jamaah haji pada tahun ini yang didasarkan karena pemerintah harus mengutamakan keselamatan jamaah di tengah pandemi covid-19 yang belum juga berlalu," ungkap Ketua Umum DPP AMPHURI Firman M Nur dalam keterangannya, seperti dikutip dari Antara, Jumat (4/6/2021).

AMPHURI berharap keputusan pemerintah ini dapat dimengerti dan dipahami oleh seluruh calon jamaah haji Indonesia, termasuk para penyelenggara perjalanan ibadah haji dan umrah.

Baca juga: Menag: Sampai saat Ini Belum Ada Negara yang Mendapat Kuota Haji 

Pasalnya, pandemi covid-19 belum berakhir serta munculnya varian baru membuat pemerintah harus mengambil keputusan, utamanya demi keselamatan dan keamanan bersama.

"Semoga ini menjadi keputusan terbaik yang bisa diterima, setelah AMPHURI bersama Kementerian Agama dan seluruh stakeholder berupaya mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari skema keberangkatan, mitigasi, termasuk kajian fikih ibadahnya," jelas dia.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Ia mengatakan, pandemi covid-19 melanda hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi. Meskipun penanganan covid-19 di Indonesia sudah lebih baik, di belahan dunia lainnya masih belum bisa terkendali dan dapat mengancam keselamatan calon jamaah haji.

"Bisa jadi kebijakan ini menjadi pertimbangan Saudi juga untuk menjaga dan keselamatan para jamaah haji, sehingga belum membuka akses layanan penyelenggaraan ibadah haji 1442H/2021M," terang dia.

Baca juga: Menag: MUI dan Ormas Islam Memahami Pembatalan Pemberangkatan Jamaah Haji 

Adapun bagi calon jamaah haji yang telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) khusus tahun ini akan menjadi jamaah haji 1443H/2022M. Setoran pelunasan Bipih yang dibayarkan bakal disimpan dan dikelola secara terpisah oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

"Sebagaimana disampaikan pemerintah bahwa nilai manfaat dari setoran pelunasan itu juga akan diberikan oleh BPKH kepada jamaah haji khusus. Keputusan penundaan haji tahun ini memang pahit, tapi inilah yang terbaik untuk kita semua," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya