Dubes Tantowi Yahya Ungkap Daging Halal Makin Diminati Masyarakat Selandia Baru

Hantoro, Jurnalis · Sabtu 05 Juni 2021 08:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 05 614 2420514 dubes-tantowi-yahya-ungkap-daging-halal-makin-diminati-masyarakat-selandia-baru-FzpnJ02E0a.jpg Daging halal di Selandia Baru. (Foto: Instagram @tantowiyahya)

KEBERADAAN bahan makanan ayam halal atau daging halal mendadak jadi sorotan di negara Selandia Baru (New Zealand/NZ). Pasalnya, dua hari belakangan ayam halal hilang dari pasaran di sana. Komunitas Muslim pun banyak yang bertanya-tanya.

Keadaan ini mulai diketahui publik secara luas setelah Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya mengabarkannya melalui unggahan di akun Instagram-nya @tantowiyahyaofficial. Ia mengungkapkan penyebab kelangkaan ayam halal ini adalah kelangkaan pemotong hewan halal.

"Rumah Pemotongan Hewan di Selandia Baru kewalahan dalam mengikuti standar ketat FIANZ (Federation of Islam Associations in NZ), badan yang diberikan otoritas oleh pemerintah untuk mengawasi," jelas Tantowi Yahya dalam unggahannya, seperti dikutip Okezone, Sabtu (5/6/2021).

Baca juga: Halal Itu Lebih dari Sekadar Mutu, Plt Kepala BPJPH: Negara Non-Muslim pun Mengakui 

Lantas, apa itu daging halal (halal meat) atau ayam halal seperti yang di Selandia Baru?

Tantowi menjelaskan, daging halal adalah daging yang berasal dari hewan yang dipotong dengan mengikuti hukum Islam, yakni disembelih dengan menghadap kiblat oleh Muslim yang taat (practicing moslem/bukan Islam KTP) menggunakan pisau sangat tajam, mengucap Allahukabar sebelum pemotongan dan diikuti proses sangat ketat.

Ilustrasi daging ayam halal.

Ia menjelaskan, daging halal belakangan ini makin diminati, bukan saja oleh komunitas Muslim, tapi juga oleh konsumen umum. Daging inilah yang dikespor ke negara-negara Islam, termasuk ke Indonesia.

"Selandia Baru sudah lama dikenal sebagai salah satu eksportir daging terbaik dan terbesar di dunia, saat ini diakui sebagai negara terdepan dalam produksi daging halal. Kemampuan mereka dalam memadukan tehnologi dengan hukum Islam yang ketat menjadi modal keberhasilan," papar Tantowi.

Baca juga: Cara Kalbu Menahan Nafsu Makan, Mengonsumi yang Halal dan Baik 

Lalu, mengapa daging halal diminati? Pertama, karena lebih bersih. Kedua, lebih enak. Dan ketiga, lebih awet.

Kenapa bisa begitu? Proses sebelum sampai di toko daging atau supermarket sangatlah ketat. Di samping mengikuti hukum Islam, pemotong memastikan hewan dalam keadaan rileks (tidak stres).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Pertama, hewan dipingsankan sebelum dipotong. Kedua, dipotong dengan pisau yang sangat tajam dalam sekali tebas. Semua ini dalam rangka menghindari rasa sakit ketika penyembelihan. Jadi, meski yang dipotong adalah hewan namun prinsip kemanusiaan tetap diterapkan.

Baca juga: Rumah Sakit di Amerika Kini Sediakan Menu Makanan Halal 

"Proses selanjutnya tidak kalah ketat; darah dibiarkan mengucur dari hewan sehingga daging bebas darah, semua kotoran (najis) dibersihkan dan dipastikan tidak ada yang tertinggal, termasuk ketika pengemasan (packaging)," lanjut Tantowi.

Ia mengungkapkan, menurut penelitian dan kesaksian konsumen, hewan yang dipotong dalam keadaan rileks dan tidak ada darah yang tertinggal membuat dagingnya terasa lebih enak serta tahan lama dalam penyimpanan. Untuk itu, konsumen rela membayar 25 persen lebih mahal dari daging biasa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya