Gerhana Matahari Cincin Tidak Tampak di Indonesia, Wajibkah Sholat Gerhana?

Hantoro, Jurnalis · Kamis 10 Juni 2021 12:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 614 2422923 gerhana-matahari-cincin-tidak-tampak-di-indonesia-wajibkah-sholat-gerhana-JeKE3mamUt.jpg Ilustrasi gerhana matahari cincin. (Foto: Science Alert)

GERHANA matahari cincin dilaporkan terjadi pada hari ini 10 Juni 2021. Sayangnya, fenomena alam langka itu tidak tampak di langit Indonesia. Gerhana matahari cincin kali ini hanya dapat disaksikan di wilayah di bagian utara Bumi, di antaranya Rusia, Amerika Serikat, Kanada.

Ada juga wilayah lain seperti Greenland, Irlandia, Eropa, negara Asia Tengah, serta China bagian barat yang bisa menyaksikan gerhana matahari cincin ini jika cuaca memungkinkan.

Baca juga: Niat Sholat Gerhana Matahari Cincin 

NASA menjelaskan, tidak aman melihat langsung gerhana matahari cincin. Masyarakat dunia pun diingatkan agar melakukannya tanpa alat bantu seperti kacamata gerhana.

Ilustrasi sholat gerhana. (Foto: Okezone)

Lantas yang menjadi pertanyaan, apakah kaum Muslimin Indonesia tetap wajib menunaikan sholat gerhana matahari, sementara tidak tampak di langit Tanah Air?

Baca juga: Ini Tata Cara Sholat Gerhana Matahari Cincin 

Dikutip dari laman Rumaysho, Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal menjelaskan bagi siapa saja yang melihat gerhana dengan mata telanjang, maka wajib melaksanakan sholat gerhana.

Dalilnya adalah sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam:

فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلاَةِ

Artinya: "Jika kalian melihat gerhana tersebut (matahari atau bulan), maka bersegeralah untuk melaksanakan sholat." (HR Bukhari Nomor 1047)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Namun apabila di suatu daerah tidak tampak gerhana, maka tidak ada keharusan melaksanakan sholat gerhana. Sebab, sholat gerhana ini diharuskan bagi siapa saja yang melihatnya secara langsung sebagaimana disebutkan dalam hadis tersebut.

Adapun waktu pelaksanaan Sholat Gerhana dimulai ketika gerhana muncul sampai gerhana tersebut hilang. Hal ini berdasarkan riwayat dari Al Mughiroh bin Syu’bah, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wassallam bersabda:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا حَتَّى يَنْجَلِىَ

Artinya: "Matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Kedua gerhana tersebut tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat keduanya, berdoalah kepada Allah, lalu sholatlah hingga gerhana tersebut hilang (berakhir)." (HR Bukhari Nomor 1060 dan Muslim Nomor 904)

Baca juga: Gerhana Matahari Cincin, Ini 5 Amalan yang Dianjurkan ketika Terjadi Gerhana 

Sholat gerhana juga boleh dilakukan pada waktu terlarang untuk sholat. Jadi jika gerhana muncul setelah Sholat Ashar, padahal waktu tersebut adalah waktu terlarang untuk sholat, maka Sholat Gerhana tetap boleh dilaksanakan.

Dalilnya adalah:

فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلاَةِ

Artinya: "Jika kalian melihat kedua gerhana matahari dan bulan, bersegeralah menunaikan sholat." (HR Bukhari Nomor 1047).

Dalam hadis tersebut tidak dibatasi waktunya. Kapan saja melihat gerhana, termasuk waktu terlarang untuk sholat, maka Sholat Gerhana tetap dilaksanakan.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya