Menag Batasi Kegiatan di Rumah Ibadah Dampak Kasus Covid-19 Naik Tajam

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Rabu 16 Juni 2021 09:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 16 614 2425895 menag-batasi-kegiatan-di-rumah-ibadah-dampak-kasus-covid-19-naik-tajam-0wbr0VqkMb.jpg Menag Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: Kemenag RI)

KASUS covid-19 di Indonesia dilaporkan naik tajam. Apalagi muncul varian baru yang disebut-sebut lebih berbahaya dari sebelumnya. Pemerintah pun menerapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasinya. Seperti dilakukan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang menerbitkan surat edaran pembatasan kegiatan di rumah ibadah.

Baca juga: Menag: Pembatasan Kuota Haji Senapas dengan Semangat Indonesia Jaga Keselamatan Jamaah 

Melalui Surat Edaran Nomor SE 13 Tahun 2021 tentang Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah, Menag Yaqut berharap umat beragama tetap bisa menjalankan aktivitas ibadah sekaligus menjaga keselamatan jiwanya dengan cara menyesuaikan kondisi terkini di wilayahnya.

Pandemi covid-19. (Foto: Okezone)

"Saya telah menerbitkan surat edaran sebagai panduan upaya pencegahan, pengendalian, dan pemutusan mata-rantai penyebaran covid-19 di rumah ibadah," jelas Menag Yaqut dalam keterangan resminya, Rabu (16/6/2021).

Baca juga: Kuota Haji Hanya 60 Ribu Jamaah, Menag: Jauh Lebih Banyak Dibanding Tahun Lalu 

Ia menjelaskan, untuk kegiatan keagamaan di daerah zona merah untuk sementara ditiadakan sampai wilayah tersebut dinyatakan aman dari covid-19. Penetapan perubahan wilayah zona dilakukan oleh pemerintah daerah masing-masing.

"Kegiatan sosial keagamaan dan kemasyarakatan, seperti pengajian umum, pertemuan, pesta pernikahan, dan sejenisnya di ruang serbaguna di lingkungan rumah ibadah juga dihentikan sementara di daerah zona merah dan oranye sampai kondisi memungkinkan," terangnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dia menyatakan kegiatan di rumah ibadah di daerah yang dinyatakan aman dari persebaran covid-19 hanya boleh dilakukan oleh warga lingkungan setempat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Baca juga: Menag: MUI dan Ormas Islam Memahami Pembatalan Pemberangkatan Jamaah Haji 

Terkait teknis pelaksanaannya, Kementerian Agama (Kemenag) sudah mengatur hal tersebut melalui Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE 1 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Protokol Penanganan Covid-19 pada Rumah Ibadah.

Menag Yaqut juga menginstruksikan jajarannya melakukan pemantauan pelaksanaan surat edaran ini secara berjenjang dan ketat. "Lakukan koordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah dan Satuan Tugas Covid-19 setempat," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya